40 Ribu Komposter Bag Dibagikan Ke Warga Denpasar Bali Untuk Atasi Sampah Organik
Putu Dewi Adi Damayanthi March 25, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk antisipasi larangan pembuangan sampah organik per 1 April 2026, Pemkot Denpasar membagikan puluhan ribu komposter bag ke masyarakat.

Pembagian ini dilakukan melalui desa dan lurah yang ada di Denpasar, Bali.

Dengan pembagian komposter bag ini, diharapkan akan mampu menyelesaikan masalah sampah organik di tingkat rumah tangga.

Meski begitu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menyebut, saat ini ada sedikit kendala terkait pengadaan komposter bag ini.

Baca juga: Denpasar Bali Gencarkan Pembagian Komposter Bag, Desa Tegal Harum Telah Distribusikan 2.000 Buah

Seharusnya, ada 176 ribu komposter bag yang harus disiapkan dan dibagikan ke tingkat rumah tangga.

Akan tetapi, saat ini baru bisa diadakan sebanyak 40 ribu komposter bag.

"Itu ada kekurangan lumayan besar karena memang penyuplainya, yang mana teman-teman di kepala desa sudah berupaya untuk melakukan pemesanan. Ternyata memang stoknya belum ada. Alasannya karena liburan Lebaran ini pegawainya nggak kerja," paparnya.

Terkait kekurangan komposter bag, pihaknya akan menggunakan karung goni atau klampus sebagai penggantinya.

"(Klampus) itu yang kita akan bagikan kepada masyarakat sehingga harapan kita ini bisa terealisasi dengan baik," paparnya.

Selain itu, sebagai penampungan dan pengolahan sampah organik, pihaknya juga menyiapkan tiga titik yakni di Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja dan di Sesetan.

Pihaknya juga mengaku terus menggencarkan sosialisasi terkait pemilahan sampah.

Karena tanpa dukungan masyarakat untuk pemilahan, hal itu tidak akan berjalan maksimal.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga menyiapkan layanan bagi masyarakat yang melaksanakan upacara adat yang volume sampahnya lebih tinggi dari rata-rata seharian.

"Kami siapkan layanan online, sehingga masyarakat bisa menghubungi kami, kami akan jemput organiknya akan kami proses langsung," ungkapnya.

Terkait koordinasi, Jaya Negara menyebut, hampir setiap minggu pihaknya melakukan rapat koordinasi penanganan sampah.

"Desa, Lurah itu kan sudah kita bagikan sebenarnya untuk pengadaan komposter bag. Itu kan kita anggarannya kita berikan ke Lurah. Dana desa juga sudah ada. Makanya pengadaan itu bukan di kami, pengadaannya di Desa Lurah. Itulah seperti tadi saya sampaikan kan Desa Lurah ini ada kendala di dalam proses pengadaan kebutuhan barangnya belum siap," paparnya.

Jaya Negara juga menyebut, dalam satu minggu ini Desa Lurah kesulitan dalam hal operasional moci.

Hal ini akibat dari sopir moci banyak yang mudik.

"Itu juga kesulitannya, sehingga kami keliling rutin, sedikit ada tumpukan sampah kami langsung tangani," paparnya.

Jaya Negara berharap, dengan komposter bag yang dibagikan ke masyarakat akan menyelesaikan permasalahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Apalagi menurutnya, rata-rata di rumah tangga, volume sampah organiknya sekitar 65 persen.

Selain itu, sampah yang belum dipilah oleh masyarakat akan dibawa ke TPS3R.

Sedangkan yang sudah dipilah, sampah organiknya akan diolah.

"Kalau itu sudah clear di hulu, kayaknya ini akan teratasi. Kami harus optimis untuk bekerja untuk itu, karena sudah itu menjadi kebijakan, kita harus ikuti," paparnya.

"Makanya harapan Pak Menteri itu kita menyiapkan drop-off nya untuk organik. Kami siapkan di Kertalangu (TPST Kesiman Kertalangu) yang besar," paparnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.