Tribunlampung.co.id, Lampung tengah - Semangat silaturahmi di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah terus berlangsung hingga memasuki puncak arus balik 2026.
Meski harus menghadapi terik matahari dan kemacetan panjang, masyarakat tetap antusias menempuh perjalanan jauh, terutama di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Lampung Tengah.
Hal ini dirasakan Fery, pengendara motor yang sedang melakukan perjalanan dari Sidomulyo, Lampung Selatan, menuju Tulang Bawang.
Saat ditemui di sela-sela waktu istirahatnya di kawasan Tugu Pepadun, Lampung Tengah, Fery menepi sembari menunggu kepadatan arus lalu lintas terurai.
Fery mengaku memilih melakukan perjalanan di siang hari bukan tanpa alasan.
Meski harus menahan panas yang menyengat, ia lebih memprioritaskan faktor keamanan.
“Pilih siang karena kabarnya ada beberapa daerah yang cukup rawan kalau lewat malam. Jadi cari aman saja,” ungkap Fery, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa perjalanan kali ini cukup menguras tenaga karena adanya penumpukan kendaraan di beberapa titik, salah satunya di Kompleks Tugu Pepadun.
Fery bahkan mengaku terkejut dengan kondisi kemacetan di Lampung Tengah yang jauh lebih padat dibandingkan kunjungan tahun sebelumnya.
“Kaget juga, terakhir ke sini tidak sepadat ini. Makanya saya pilih istirahat dulu biar kepala tidak 'panas' dan emosi tetap terjaga saat berkendara,” tambahnya sambil tersenyum.
Terkait kondisi infrastruktur, Fery menyoroti Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menurutnya masih bervariasi, antara jalan mulus dan berlubang.
Ia berpesan kepada sesama pengguna sepeda motor agar tetap fokus dan menjaga kondisi fisik agar terhindar dari kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak menentu.
Setelah beristirahat sejenak, Fery kembali melanjutkan perjalanannya yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam lagi hingga sampai ke rumah kerabatnya di Tulang Bawang.
“Yang penting badan harus fit supaya fokus terjaga. Kalau tidak fokus, bahaya kalau tiba-tiba ada lubang di depan,” pungkas Fery.
(Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq)