Aliansi Tonrong Menggugat Demo Jalanan Rusak di Rujab Bupati Sinjai
Muh Hasim Arfah March 25, 2026 03:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI- Aliansi Masyarakat Tonrong aksi unjuk rasa di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai, Rabu (25/3/2026).

Demo berlangsung H+4 pasca lebaran Idul Fitri 1447 H.

Rujab Bupati Sinjai terletak di Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara.

Tepat di depan Kantor Pos Sinjai, menjadi titik aksi puluhan massa.

Aksi tersebut sempat memanas akibat ketegangan antara massa dan aparat kepolisian.

Pantauan Tribun-Timur.com, ketegangan dipicu saat massa aksi mencoba menutup badan jalan.

Upaya tersebut dihalangi oleh aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Aksi saling dorong antara massa dan aparat pun tak terhindarkan.

Baca juga: Selebgram NR Ikut Demo di Polda Sulsel Tuntut Pertanggungjawaban RS Bhayangkara Makassar

Insiden tersebut berlangsung sekitar dua menit sebelum akhirnya berhasil diredam.

Namun, pihak massa membantah hal tersebut.

“Kami sudah memasukkan surat penyampaian aksi di Mapolres Sinjai,” tegas Israil.

Setelah ketegangan mereda, aksi unjuk rasa kembali berlangsung kondusif.

Massa melanjutkan orasi secara bergantian.

Dalam aksinya, para demonstran menyuarakan tuntutan terkait perbaikan infrastruktur jalan di wilayah mereka, khususnya di Desa Terasa.

Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta personel Polres Sinjai.

Selama aksi berlangsung, gerbang Rujab Bupati Sinjai tampak tertutup.

Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Tonrong Menggugat, Perbaiki Jalan Kami” sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah daerah.

Dalam orasinya, Israil menilai kondisi jalan di Desa Terasa sangat memprihatinkan dan belum pernah tersentuh pembangunan berupa aspal.

“Perbaiki jalan kami,” seru Israil di tengah aksi.

Ia menyebut kondisi tersebut berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

“Kami datang menyuarakan keluhan warga. Jalan di Desa Terasa harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Senada dengan itu, salah satu peserta aksi lainnya, Ipung, mengungkapkan, kerusakan jalan turut mempengaruhi aktivitas ekonomi warga.

“Warga kesulitan menjual hasil bumi karena akses jalan rusak,” katanya.

Selain itu, akses pendidikan dan layanan kesehatan juga terdampak akibat kondisi jalan yang licin dan sulit dilalui kendaraan.

“Anak-anak terpaksa berjalan kaki ke sekolah karena kendaraan tidak bisa melintas,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.