Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon, Melianus Latuihamallo, akhirnya buka suara terkait kebocoran septic tank yang berada di kawasan Desa Nania, Kecamatan Baguala, Maluku.
Ia menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti untuk perbaikan saluran sanitasi tersebut.
"Siap, segera di tindaklanjuti," ujarnya saat dihubungi TribunAmbon.com, Rabu (25/3/2026).
Meski Latuihamallo menegaskan untuk penanganan, namun kepastian pengerjaan belum diketahui.
Mirisnya, kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat yang berada di sekitar septic tank itu.
Baca juga: Kadis Perindag Maluku Ngantor di Pasar Mardika, Soroti Pedagang Ilegal dan Lemahnya Pengawasan CCTV
Baca juga: Kantor Pertanahan Tetap Buka Layanan saat Libur Lebaran, Warga Akui Sangat Terbantu
Bau menyengat hingga tanah yang lumpur harus di rasakan warga.
Dimana septic tank yang bocor itu diketahui digunakan bersama oleh warga RT 02 dan RT 03.
Berdasarkan pantuan TribunAmbon.com, air berwarna coklat kehijauan meluap dari penutup pembuangan dan mengalir hingga ke jalan, bahkan tergenang di depan rumah warga.
Salah satu warga, Wellem Siwalette, mengeluhkan genangan air kotor yang menimbulkan bau busuk menyengat.
“Air mengalir ke jalan dan tergenang di depan rumah kami, baunya sangat mengganggu,” ujarnya.
Ia menyebut, kondisi ini sudah terjadi sejak akhir 2025 dan sampai saat ini belum ada penanganan dari pemerintah.
Disisi lain Kaur Keuangan Desa Nania, Edy Pattinassarany, mengatakan pihak desa sempat melakukan pembersihan pada Februari 2026 dengan mengangkat sumbatan di saluran pembuangan. Namun, kebocoran masih terus terjadi.
Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait, tetapi belum ada tindak lanjut.
Diketahui, proyek pembangunan septic tank skala individual oleh Dinas PUPR Kota Ambon dilakukan pada 2024 sebanyak 138 unit dengan anggaran sekitar Rp. 2,33 miliar, bersumber dari APBD dan hibah Kementerian PUPR RI. (*)