TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana duka menyelimuti ruang kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Kepri di Batu Besar, Nongsa, Rabu (25/3/2026) siang.
Sejumlah orang yang terdiri dari keluarga, kerabat, hingga warga datang melihat jasad Yoga (16) yang tewas tenggelam di kolam bekas galian pasir.
Isak tangis pecah di dalam dan sekitar kamar jenazah.
Ayah korban terlihat hanya bisa duduk termenung di sudut pintu, sesekali melontarkan panggilan pilu, “Anakku,” sambil menahan kesedihan mendalam.
Korban diketahui bernama Yoga (16), seorang remaja yang meninggal dunia setelah terseret arus dan tenggelam di kolam bekas galian pasir yang berada di belakang Mapolda Kepri, Batam.
Yoga merupakan siswa kelas 1 SMAN 20 Batam yang berlokasi di Kelurahan Baloi Permai.
Warga sekitar yang datang ke kamar mayat mengaku terkejut dan tidak menyangka kejadian itu.
Apalagi, korban Yoga saat itu bersama anak-anak lainnya.
"Kami sangat terkejut, karena anak kami juga ikut dengan korban waktu bermain ke lokasi kolam, lokasi bekas galian," ujar seorang ibu dilokasi.
Para warga itu, juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sejumlah warga bersama pihak perumahan turut membantu proses pemulangan jenazah dengan menyiapkan ambulans.
Suasana di sekitar kamar jenazah pun tampak hening, dipenuhi rasa kehilangan dan duka mendalam.
Baca juga: Seorang Remaja Tewas Tenggelam Saat Mandi di Bekas Galian Tambang Pasir Belakang Mapolda Kepri
Menurut keterangan warga, peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama sejumlah teman sebayanya sedang mandi dan berenang di kolam bekas galian tersebut.
Tanpa disadari, arus di dalam kolam cukup kuat hingga menyeret korban ke bagian yang lebih dalam.
Kejadian itu sontak menggegerkan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi setelah mendengar kabar adanya remaja yang tenggelam.
Tim SAR gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Tak berselang lama, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan medis sebelum dibawa ke rumah duka.
“Tidak menyangka bisa terjadi seperti ini. Kami semua berduka,” ujar seorang warga komplek perumahan korban.
( tribunbatam.id/bereslumbantobing )