Jawaban Pemkot Manado Soal Belum Berlakunya WFH ASN, Masih Kerja Normal di Kantor
Alpen Martinus March 25, 2026 04:47 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemkot Manado, Sulawesi Utara belum menerapkan kebijakan Work from Home (WFH) usai libur Idul Fitri 2026.

Sehingga ASN Pemkot Manado masih masuk kerja seperti biasa.

Alasannya lantaran petunjuk teknis belum ada.

Baca juga: ASN Bakal WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran 2026, Pemprov Sulut Tunggu Edaran Pusat

"Kita masih nantikan juknis," kata Sekda Manado Steaven Dandel kepada Tribunmanado.com, Rabu (25/3/2026). 

Diketahui Pemerintah tengah menyiapkan rencana kerja yang lebih fleksibel dengan Work from Home (WFH) baik untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta.

Pemerintah menyiapkan rencana WFH untuk ASN dan karyawan swasta ini seiring kenaikan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Kamis (19/3/2026), Menko Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta mengatakan, "Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home."

Airlangga mengatakan skema tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan teknis sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.

Kebijakan ini direncanakan mulai diterapkan setelah Lebaran, meski waktu pastinya masih akan ditentukan.

"Setelah Lebaran, tapi nanti akan kita tentukan waktunya," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, konsep yang disiapkan berupa fleksibilitas kerja dengan satu hari WFH dalam lima hari kerja.  

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk ASN, tetapi juga mencakup sektor swasta serta pemerintah daerah.

Ia menambahkan, durasi penerapan kebijakan WFH akan menyesuaikan perkembangan situasi global, termasuk harga minyak dan kondisi geopolitik.

"Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo Subianto memberikan respons positif terhadap rencana tersebut karena dinilai dapat mendorong efisiensi, khususnya dalam penggunaan bahan bakar.

"(Respons Presiden) baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. Penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan," katanya.

Menurutnya, durasi kebijakan ini akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi global, termasuk harga minyak dan kondisi geopolitik.

"Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya," ujar dia. (ART)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.