TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Meski baru tiga bulan merantau di Kota Padang, Kaslim (50) telah meninggalkan kesan mendalam bagi warga Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut, Limau Manis Selatan.
Buruh proyek Flyover Sitinjau Lauik yang tewas tertabrak kereta api pada Rabu (25/3/2026) ini, dikenang warga sebagai sosok yang sangat menyayangi anak-anak dan tak segan menyisihkan upah hariannya untuk berbagi uang jajan.
Korban merupakan seorang buruh harian yang berasal dari Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kaslim ditemukan sudah tidak bernyawa di dekat rel yang ada di RT 06/RW 02, Limau Manis Selatan, pada Rabu (25/3/2026|) sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Kronologi Buruh Cilacap Tertabrak KA Barang di Padang, Korban Diduga Tidur di Jalur Kereta
Warga Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut, Ernawati, menyebut korban diketahui menyewa sebuah kontrakan bersama pekerja flyover Sitinjau Lauik di Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.
Kata Ernawati, korban diketahui menyewa sebuah kontrakan bersama pekerja flyover Sitinjau Lauik di Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.
"Korban sudah tinggal di Perumahan Fakrisindo Ulu Gadut lebih kurang sekitar dua hingga tiga bulan terakhir," ujar Ernawati.
Dalam kesehariannya, Ernawati mengenal Kaslim sebagai sosok yang baik, ramah terhadap anak-anak serta masyarakat, dan rajin beribadah.
Baca juga: Empat Orang Tewas Tertabrak Kereta di Sumbar Sepanjang 2026, Kasus Terbaru di Limau Manis Selatan
"Baik sama anak-anak, ramah, rajin salat wajib dan tarawih saat bulan puasa kemarin," ucapnya saat memberikan keterangan di lokasi, sekitar pukul 10.05 WIB.
Dalam kesehariannya, korban dinilai menyukai anak-anak, dan sering memberi uang jajan mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000.
"Kalau ke anak-anak sering memberi uang untuk jajan mereka. Kadang ditolak, tapi kata korban ambil saja," kata Ernawati.
Senada dengan itu, Asmit Yulita (41), juga menyebut korban sangat ramah terhadap masyarakat sekitar.
Baca juga: Sosok Kaslim, Pekerja Proyek Flyover Sitinjau Lauik Tewas Tertabrak KA: Dikenal Penyayang Anak-anak
Ketika berselisih jalan, korban selalu menyapa siapa saja yang ditemuinya di sekitar kontrakannya.
"Korban ini sangat baik, suka menyapa, apalagi kepada anak-anak," sebutnya di depan kediamannya, kawasan Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.
Selain itu, korban suka memberikan santunan kepada anak yatim selama Ramadan dan rajin bersedekah.
Menurut Asmit, selama Ramadan 2026, korban selalu salat di musala sekitar RT 06, bahkan selalu hadir untuk salat tarawih.
Ia mengaku korban sering meminta izin untuk mengambil wudu di rumahnya hingga meminjam gergaji untuk keperluan pekerjaan.
"Seringlah, kebetulan kosnya dekat dengan rumah saya, sering menyapa. Saya tahu ia kecelakaan dan meninggal dari warga lain juga," tambahnya.
Seorang warga diduga tertabrak kereta api di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).
Peristiwa yang terjadi tepatnya di lintasan rel kereta api RT06/RW 02 membuat masyarakat gempar pada pagi hari.
Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB.
Kemudian dilakukan pengecekan dan diduga korban tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur.
Usai dilakukan pendataan, korban diketahui bernama Kaslim (50) seorang buruh harian yang berasal dari Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini: Sawahlunto Diguyur Hujan Ringan, 6 Kota Lain Dominan Berawan
"Usai menerima informasi tersebut, kami beserta piket fungsi Poslek Pauh melakukan pengecekan adanya penemuan mayat diduga tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur," ujarnya.
Personel Polsek Pauh langsung melakukan pendataan dan membawa jenazah ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kata dia, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Informasi tersebut didapatkan Polsek Pauh dari petugas Polsuska.
"Saat itu petugas Polsuska bernama Revanstevano melaksanakan patroli rel kereta api di sepanjang rel Indarung," ujarnya.
Kemudian petugas menemukan mayat di atas rel kereta api dan melaporkannya ke Polsek Pauh.
Korban tewas tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, ternyata merupakan salah satu buruh yang bekerja pada proyek pembangunan Flyover Sitinjau Lauik.
Pria bernama Kaslim (50) asal Jawa Tengah ini diketahui baru menetap di Kota Padang sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.
Korban diketahui berasal dari Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Warga Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut, Ernawati, menyebut korban tertabrak kereta api bernama Kaslim menyewa sebuah kontrakan.
Baca juga: Buruh Asal Cilacap Tewas Tertabrak KA di Padang, Warga: Orangnya Baik, Ramah dan Sayang Anak-Anak
Kata Ernawati, korban diketahui menyewa sebuah kontrakan bersama pekerja flyover Sitinjau Lauik di Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.
"Korban sudah tinggal di Perumahan Fakrisindo Ulu Gadut lebih kurang sekitar dua hingga tiga bulan terakhir," ujar Ernawati, Rabu (25/3/2026).
Korban tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dikenal sebagai sosok yang ramah dan rajin beribadah.
Hal itu disampaikan oleh sejumlah warga Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut, Limau Manis Selatan.
Diketahui bahwa telah ditemukan mayat seorang pria bernama Kaslim (50) dalam kondisi meninggal dunia di pinggir rel kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, pada pagi hari.
Baca juga: Layanan Publik di Solok Selatan Kembali Beroperasi Pascalibur Idul Fitri, ASN Dilarang Tambah Libur
Korban yang merupakan warga Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Ernawati mengatakan korban merupakan seorang buruh harian yang berasal dari Tegalkamulyan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam kesehariannya, Ernawati mengenal Kaslim sebagai sosok yang baik, ramah terhadap anak-anak serta masyarakat, dan rajin beribadah.
"Baik sama anak-anak, ramah, rajin salat wajib dan tarawih saat bulan puasa kemarin," ucapnya saat memberikan keterangan di lokasi, sekitar pukul 10.05 WIB.
Baca juga: Buruh Tewas Tertabrak Kereta Api di Limau Manis Padang, Saksi Dengar Jeritan Dini Hari
Dalam kesehariannya, korban dinilai menyukai anak-anak, dan sering memberi uang jajan mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000.
"Kalau ke anak-anak sering memberi uang untuk jajan mereka. Kadang ditolak, tapi kata korban ambil saja," kata Ernawati.
Senada dengan itu, Asmit Yulita (41), juga menyebut korban sangat ramah terhadap masyarakat sekitar.
Ketika berselisih jalan, korban selalu menyapa siapa saja yang ditemuinya di sekitar kontrakannya.
"Korban ini sangat baik, suka menyapa, apalagi kepada anak-anak," sebutnya di depan kediamannya, kawasan Perumahan Fakrisindo Ulu 3 Gadut.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Lintas Sumatera Dharmasraya Dipadati Kendaraan Pelat B dan BH
Selain itu, korban suka memberikan santunan kepada anak yatim selama Ramadan dan rajin bersedekah.
Menurut Asmit, selama Ramadan 2026, korban selalu salat di musala sekitar RT 06, bahkan selalu hadir untuk salat tarawih.
Ia mengaku korban sering meminta izin untuk mengambil wudu di rumahnya hingga meminjam gergaji untuk keperluan pekerjaan.
"Seringlah, kebetulan kosnya dekat dengan rumah saya, sering menyapa. Saya tahu ia kecelakaan dan meninggal dari warga lain juga," tambahnya.
Ernawati sempat mendengar bunyi jeritan usai buruh asal Cilacap tertabrak kereta api di kawasan perumahan Fakrisindo, Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026) sekira pukul 03:30 WIB.
Keterangan ini disampaikan Ernawati, warga sekitar lokasi kecelakaan yang ditemui TribunPadang.com pukul 10:05 WIB.
Rumah Ernawati hanya berjarak sekitar 6 meter di TKP, dari pintu belakang rumahnya, langsung mengarah ke perlintasan rel kereta api di daerah tersebut.
Ketika kecelakaan terjadi, Ernawati mengaku sedang tertidur di rumahnya, akan tetapi bunyi jeritan sempat ia dengar sekira pukul 03:30 WIB.
Merasa hanya mimpi dan tidak menyadari ada kecelakaan kereta di belakang rumahnya, Ernawati lantas melanjutkan tidurnya.
Baca juga: Buruh di Pauh Padang Tewas Tertabrak Kereta Api, Sempat Keluar Mess Sambil Telepon Malam Hari
Barulah ketika pagi hari saat ia membuka pintu belakang rumah, sudah tergeletak sesosok mayat yang ternyata buruh asal Cilacap.
Korban diketahui bernama Kaslim (50) seorang buruh harian yang berasal dari Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
"Saya terdengar bunyi jeritan saat tidur, kurang lebih sekitar 03:30 WIB, karena mengira hanya mimpi, saya lanjut tidur. Ternyata saat membuka pintu, sudah ada petugas kereta api di belakang rumah dan jasad," terangnya.
Kata Ernawati, ia sempat ditanyai mengenai kronologi kecelakaan buruh asal Cilacap tersebut dan memastikan jasad korban di lokasi.
Sebab ketika di lokasi, jasadnya sudah tertutup daun talas. Ernawati beberapa kali membuka daun tersebut, untuk memastikan wajahnya.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Lintas Sumatera Dharmasraya Dipadati Kendaraan Pelat B dan BH
Menurut Ernawati, korban kecelakaan kereta api itu memang mengontrak di sekitar rumahnya, tepatnya di perumahan Frakrisindo, hanya berjarak beberapa meter saja.
"Setelah saya pastikan, langsung kaget, karena tidak mengira ia menjadi korban tabrakan kereta api," kata Ernawati.
Kasus kecelakaan di jalur kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) kembali memakan korban jiwa.
Hingga akhir Maret 2026, tercatat empat orang meninggal dunia akibat tertabrak kereta api.
Korban terbaru adalah Kaslim (50), buruh harian asal Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Ia ditemukan meninggal dunia diduga tertabrak kereta api di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Sosok Kaslim, Pekerja Proyek Flyover Sitinjau Lauik Tewas Tertabrak KA: Dikenal Penyayang Anak-anak
Peristiwa tersebut terjadi di lintasan rel kereta api RT 06/RW 02 dan sempat menggemparkan warga pada pagi hari.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Reza Shahab, membenarkan insiden tersebut.
Ia menyebut kejadian melibatkan KA Barang 2921 pada pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan keterangan masinis, sebelum kejadian korban terlihat dalam posisi tidur di jalur rel.
Masinis telah membunyikan semboyan 35 (klakson) berulang kali, namun korban tidak merespons.
"Sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari," ujarnya.
Reza menambahkan, lokasi tersebut merupakan area Ruang Manfaat Jalur KA (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur KA (Rumija) yang hanya diperuntukkan untuk operasional kereta api dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas masyarakat.
Sebelum pada saat KAI Divisi Regional II Sumbar melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Perlintasan Tarandam, Senin (16/3/2026) sore lalu.
Baca juga: Buruh Asal Cilacap Tertabrak Kereta di Limau Manis Padang, Sisa Darah Masih Terlihat di Rel
Ia juga mengungkapkan, hingga akhir Maret 2026 telah terjadi dua kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Divre II Sumbar yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
"Sejauh ini selama tahun 2026 hingga akhir Maret sudah terjadi dua kali kecelakaan di perlintasan sebidang yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia," katanya kepada wartawan saat sosialisasi tersebut. (*)