TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) saat ini tengah mematangkan kajian terkait proyeksi kebutuhan formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk periode tahun 2026.
Hasil analisis dan pemetaan formasi tersebut nantinya bakal diserahkan kepada pemerintah pusat sebagai landasan pengambilan kebijakan, apakah Jawa Tengah akan memperoleh alokasi pembukaan seleksi CASN pada tahun ini atau tidak.
"Iya, kami diminta Kemepan-RB melakukan pendataan Kebutuhan CASN, tapi keputusan pembukaan CASN sepenuhnya ditetapkan oleh pemerintah pusat," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno kepada Tribunjateng.com, Kota Semarang, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Pengangkatan CASN 2024 Batal Ditunda: CPNS Paling Lambat Juni, PPPK Oktober 2025
Sumarno tidak menampik fakta bahwa jajaran Pemprov Jateng masih sangat membutuhkan suntikan tenaga abdi negara baru pada tahun ini.
Penambahan personel tersebut difokuskan untuk menambal posisi-posisi kosong yang ditinggalkan oleh para aparatur sipil negara yang telah memasuki masa purnatugas atau pensiun.
Langkah pemenuhan formasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan Zero Growth ASN.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa jumlah keseluruhan pegawai negeri sipil secara nasional tetap berada pada level yang stabil dan seimbang dari tahun ke tahun.
"Kami ada kebutuhan (ASN), karena ada yang pensiun dan supaya Zero Growth ASN terpenuhi," ucapnya tanpa memberikan jumlah detail kekosongan tersebut.
Dalam penjabarannya, Sumarno menggarisbawahi bahwa usulan formasi CASN terbesar yang sangat mendesak bagi Pemprov Jateng saat ini berada di sektor pendidikan.
Berdasarkan data terkini, total tenaga pendidik atau guru yang mengabdi di lingkungan Pemprov Jateng sudah menyentuh angka 25 ribu orang.
Kendati demikian, jumlah tersebut dirasa masih membutuhkan regenerasi akibat banyaknya tenaga pengajar yang purnatugas.
"Ya (paling membutuhkan CASN) guru," ucapnya. (Iwn)