H+5 Lebaran, Harga Bahan Pokok Mulai Turun, Pasar Pagi Pangkalpinang Masih Lengang
Ardhina Trisila Sakti March 25, 2026 04:38 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA  — Memasuki hari kelima setelah Lebaran, aktivitas di Pasar Pagi Pangkalpinang belum sepenuhnya kembali normal.

Suasana pasar pada Rabu (25/3/2026) pagi terlihat masih lengang, dengan lorong-lorong yang tidak padat seperti biasanya.

Area parkir masih banyak menyisakan ruang kosong. Tidak terlihat kepadatan kendaraan maupun kerumunan pembeli yang biasanya memenuhi pasar pada momen sebelum Lebaran.

Sejumlah pedagang tampak sudah mulai berjualan sejak pagi, menata dagangan satu per satu. Namun, aktivitas jual beli belum begitu hidup. Suara tawar-menawar masih terdengar, meski tidak seramai hari-hari sebelumnya.

Rahmat (51) salah satu pedagang, mengatakan penurunan harga bahan pokok mulai terasa pada hari ini, setelah sebelumnya harga masih cenderung tinggi.

“Penurunan ada, tapi baru hari ini. Kemarin belum terlalu terasa,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelum Lebaran harga cabai merah berada dikisaran Rp65 ribu per kilogram, sementara cabai kecil sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram. Saat ini, harga cabai kecil mulai turun menjadi sekitar Rp80 ribu per kilogram dan cabai merah bsar turun menjadi Rp50 ribu per kilogram.

“Turun ada, tapi belum bisa dibilang murah juga,” ujarnya.

Menurut Rahmat, belum stabilnya harga dipengaruhi oleh pasokan barang yang masih terbatas. Hingga saat ini, sebagian besar barang yang dijual masih berasal dari stok lama.

“Barang baru belum masuk, masih pakai stok lama. Pasokan masih terbatas,” jelasnya.

Kondisi serupa juga disampaikan Aldo Setiawan (25), pedagang yang telah berjualan sekitar dua tahun. Ia menyebut suasana pasar pasca Lebaran justru terasa lebih sepi dibanding sebelumnya.

“Sekarang malah sepi, barang banyak tapi pembeli tidak ada,” katanya.

Aldo menuturkan, harga sejumlah komoditas mengalami perubahan yang tidak merata. Beberapa bahan seperti cabai mulai mengalami penurunan, sementara bawang dan sayur-mayur justru mengalami kenaikan.

“Cabai kecil sebelumnya di kisaran Rp10 ribu per ons kini turun menjadi sekitar Rp7 ribu per ons. Sementara cabai besar dari Rp8 ribu per ons turun ke kisaran Rp6 ribu per ons. Namun, bawang merah justru mengalami kenaikan dari Rp36 ribu menjadi Rp44 ribu per kilogram,” jelasnya.

Selain itu, harga sayuran seperti sawi juga mengalami kenaikan dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh distribusi barang yang belum stabil setelah Lebaran.

“Pengiriman belum normal, barang dari luar daerah belum banyak masuk,” ujarnya.

Di sisi lain, pembeli mulai menyesuaikan pola belanja mereka. Zeta Kessa, salah satu pembeli, mengaku kondisi harga yang belum sepenuhnya stabil membuatnya lebih berhati-hati dalam berbelanja.

“Kalau sekarang sih ada yang mulai turun, tapi masih belum terlalu murah. Jadi tetap terasa mahal sedikit,” katanya.

Ia menambahkan, setelah Lebaran kebutuhan belanja lebih banyak difokuskan pada sayur-mayur, setelah sebelumnya didominasi makanan berbahan daging.

“Sekarang lebih banyak beli sayur, kemarin kan sudah banyak makan daging,” ujarnya.

Zeta juga mengaku harus menyesuaikan pengeluaran.

“Sekarang beli secukupnya saja, nggak bisa banyak seperti sebelum Lebaran,” katanya.

Meski aktivitas pasar belum kembali ramai, para pedagang berharap kondisi ini tidak berlangsung lama.

Mereka menunggu pasokan barang kembali lancar agar harga stabil dan pembeli kembali memenuhi pasar seperti hari-hari biasa. 

(Bangkapos.com/Rindu Venisa Valensia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.