MERINDING Bulu Kuduk Saat Garap Wajah, Wawancara Eksklusif Gus Man: Ungkap Sisi Magis Sedap Malam!
Anak Agung Seri Kusniarti March 25, 2026 06:24 PM

TRIBUN-BALI.COM - Seniman Tampaksiring, Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam, atau Gus Man Surya menghasilkan karya fenomenal tahun ini dengan judul Sedap Malam. 

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama Tribun Bali di kediamannya, Banjar Kelodan, Tampak Siring, Senin 23 Maret 2026, Gusman mengungkap filosofi sekaligus sisi magis dari Sedap Malam.

VIDEO WAWANCARA 

Petikannya:

Karya Ogoh-ogoh Gusman tahun ini dengan judul Sedap Malam mampu mencuri perhatian publik. Bagi Gusman apa yang menjadi kestimewaan dari Sedap Malam?

Kalau dibilang istimewa ya itu penilaian publik, yang penting bagi tiang sudah berkarya maksimal. Kebetulan sekarang mungkin banyak orang yang tertarik ataupun suka terhadap karya tiang. 

Seperti apa filosofi dari Sedap Malam?

Mungkin sedikit cerita tentang filosofi Sedap Malam, agar tidak perlu menyebar ke arah yang sifatnya menyimpang. Ada yang mengatakan terkait dengan kasus pembunuhan seorang anak di Jalan Sedap Malam (Denpasar), ada yang juga mengatakan mirip dengan salah satu tokoh film horor. Tidak demikian.

Kita berkarya juga ada referensi memiliki imajinasi. Kenapa niki Sedap Malam, sedikit saya ceritakan karena dia mengambil filosofi dari bunga Sedap Malam. Pada intinya Bunga Sedap Malam itu mengeluarkan wanginya dan energinya setelah matahari terbenam.

Ogoh-ogoh ini saya harapkan seperti bunga sedap malam. Ketika matahari terbenam energi ogoh-ogoh ini akan bangkit sehingga membuat orang merasa larut. Sedap Malam itu memiliki filosofi seperti ini, jadi sesuatu yang terlihat cantik bisa saja menimbulkan nuansa magis ataupun spiritual yang tinggi.

Tidak segala sesuatu yang cantik itu berkembang pada saat pagi hari dan siang hari. Ini makanya tiang membuat caption, dia mekar pada saat waktu yang tidak tepat. Waktu yang tidak tepat yang dimaksud adalah imagenya itu berubah menjadi sesuatu yang magis.

Dan sedap malam ini kan salah satu bunga yang digunakan, untuk persembahan ataupun sarana-sarana spiritual. Ogoh-ogoh ini juga agar memiliki nuansa spiritual ataupun magis yang tinggi. Sesuatu yang sifatnya ingin menimbulkan efek seram ataupun magis yang tinggi, tidak selalu datangnya dari sosok-sosok yang menyeramkan.

Sosok yang cantik pun, bisa kita memberikan karakter yang seram di dalamnya, jika kita memang bisa mendalami karakter tersebut dan bisa mengeksekusinya dengan benar. Yang paling penting, sebenarnya dalam ogoh-ogoh Sedap Malam ini tiang ingin menciptakan suasana baru, ataupun ingin memberikan sentuhan yang baru dalam seni ogoh-ogoh.

Hal yang orang tidak begitu paham, kita memiliki lima panca indera. Tapi kebanyakan ogoh-ogoh yang bisa kita nikmati itu adalah indera penglihatan, pendengaran, terus perasa. Baru tiga saja. Tiang ingin menyelipkan indera penciuman di sana.

Karenanya tiang memberikan bunga sedap malam. Jadi ketika warga menikmati Ogoh-ogoh ini tidak hanya memanjakan indera penglihatan, pendengaran, atau perasa, tapi juga bisa mengeluarkan bau wangi sehingga orang itu juga bisa terlarut dalam indera penciumannya. Makanya dia (Ogoh-ogohnya) membawa bunga setiap malam dan di bawahnya kita kasih bunga setiap malam juga. 

Tiang juga memberikan sebuah caption di akun sosial media tiang, bahwa energinya Ogoh-ogoh ini akan muncul setelah matahari terbenam. Energi apa? Energi wangi dari bunga sedap malam.

Ide awal untuk visualisasinya menyerupai anak kecil?

Tiang kan dari dulu sudah beberapa kali membuat ogoh-ogoh. Beberapa jenis anatomi pun pernah tiang buat, baik itu atletis ataupun wanita dewasa wanita tua, wanita gemuk orang tua, orang tua gemuk. Yang tidak pernah tiang buat adalah anak-anak.

Bukan bayi, tapi anak-anak. Ogoh-ogoh anak-anak ini menjadi tantangan yang luar biasa dalam pembuatan anatomi. Karena dia proporsinya harus tepat sekali, tidak boleh kurang ataupun tidak boleh lebih. Sesuai dengan umurnya.

Posenya pun polos sekali. Sesuatu yang simpel ini bisa memberikan sesuatu yang bermakna. Ogoh-ogoh Sedap Malam terlihat sederhana, ukurannya kecil. Tapi terasa hidup, metaksu. Apalagi saat diarak pada malam pengerupukan.

Gimana pendapat Gusman terkait ini? 

Pendapat itu banyak orang sudah merasakan. Tapi tanpa disadari, tiang pun dalam proses membuat sudah merasakan hal tersebut. Saat membuat tapelnya, awalnya saya bikin di rumah. Tapi setelah setengah jadi dan dilihat istri, dia mengaku takut dan minta melanjutkan pembutannya di studio. Saya sendiri yang menggarapnya juga merasa merinding saat melihatnya. 

Sebagai seniman tiang pasti memiliki feeling. Karya ini akan “jadi atau tidak”. Sebenarnya saya sudah memiliki kleteg bayu dari proses pembuatan, pemasangan kepala, saya sudah merasakan bagaimana Ogoh-ogoh ini memiliki energi dan sisi magis yang sangat kuat. (komang agus ruspawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.