BOLASPORT.COM - Sudah jatuh tertimpa tangga. Kalimat tersebut sesuai dengan situasi Tim Geypens saat ini.
Tim Geypens sebenarnya masuk dalam skuad sementara Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026 yang berisi 41 nama.
Namun, Tim Geypens gagal masuk dalam skuad akhir pilihan John Herdman.
Pemain 21 tahun tersebut tidak masuk dalam 24 nama untuk pertarungan di FIFA Series 2026.
Alhasil Tim Geypens harus kembali menantikan jendela internasional berikutnya untuk dapat panggilan Timnas Indonesia.
Namun, masalah Tim Geypens tidak berhenti sampai di situ saja.
Bek kiri 21 tahun tersebut tiba-tiba menghilang saat FC Emmen menghadapi Cambuur pada Rabu (25/3/2026) malam WIB.
Bahkan namanya tidak masuk di bangku cadangan FC Emmen sama sekali.
Usut punya usut, pihak klub langsung menjelaskan situasi resmi Tim Geypens.
FC Emmen menjelaskan bahwa Tim Geypens absen gara-gara kontroversi status paspornya sebagai Warga Negara Indonesia.
Kontroversi paspor memang jadi masalah paling hangat dibicarakan di kancah sepak bola Belanda.
“Malam ini, Philip Søndergaard absen karena kewajiban tugas internasional. Selain itu, Tim Geypens tidak masuk dalam skuad karena ketidakpastian seputar paspor Indonesia dalam sepak bola profesional,” demikian penjelasan dari FC Emmen.
Tim Geypens mendapatkan imbas dari masalah paspor yang sempat dialami oleh dua pemain Timnas Indonesia sebelumnya.
Sebelumnya, ada nama Dean James yang dilaporkan NAC Breda ke KNVB gara-gara masalah paspor WNI.
NAC Breda menuntut KNVB untuk mengulang pertandingan lawan Go Ahead Eagles yang sebelumnya berakhir dengan kekalahan 0-6.
NAC mempermasalahkan status Dean James yang tampil 75 menit dalam laga tersebut.
Mereka menilai bahwa laga lawan Go Ahead Eagles pantas diulang tanpa kehadiran bek kiri Timnas Indonesia tersebut.
Selain itu, ada nama Nathan Tjoe-A-On yang juga dilaporkan klub TOP Oss usai tampil untuk Willem II dalam lanjutan kasta kedua Liga Belanda.
Pada laga yang digelar pada 14 Maret 2026 tersebut, Nathan Tjoe-A-On main 90 menit dalam kemenangan 3-1 Willem II di kandang Top OSS.
Senada dengan NAC Breda, TOP Oss juga meminta KNVB mengulang duel lawan Willem II.
Situasi tersebut bikin KNVB dan Dewan Kompetisi Sepak Bola Belanda bertindak.
Dewan Kompetisi Sepak Bola Belanda dalam pernyataan terkininya mengisyaratkan tidak akan mengubah hasil pertandingan.
Namun, Jaksa yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut membuka kemungkinan sanksi lainnya seperti denda finansial apabila Go Ahead Eagles dan Willem II terbukti melakukan tindakan yang dituduhkan pelapor.
Sementara KNVB menyatakan bahwa penyelidikan tersebut butuh waktu dan kecermatan untuk mempelajari kasusnya.