Profil Abbas Araghchi Menlu Iran yang Puji Solidaritas Muslim Indonesia: Terima Kasih
Pipit Maulidya March 25, 2026 05:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Sosok Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi belakangan mencuri simpati publik.

Beberapa waktu lalu, Abbas Araghchi memberikan apresiasi mendalam kepada masyarakat di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Hal ini karena bangsa Iran menerima banyak dukungan moral ditengah situasi perang yang memanas.

Ungkapan terima kasih ini disampaikan Abbas Araghchi bertepatan dengan momentum hari raya Idul Fitri 1447 H.

Melalui akun resminya, Araghchi secara terbuka memuji sikap tegas pemerintah dan warga Indonesia dalam menyikapi kondisi di Timur Tengah.

"Terima kasih kpd pemerintah & masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yg mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bln Ramadan serta menunjukkan solidaritas," dikutip SURYA.CO.ID dari akun X-nya, @/aragchi, Minggu (22/3/2026).

Baca juga: Menlu Iran Telepon Menlu China Bahas Peperangan, Upaya Damai Hingga Dampak Ekonomi Logistik

Senada dengan sang Menlu, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, juga mengungkapkan rasa haru atas perhatian besar yang ditunjukkan rakyat Indonesia.

Dukungan tersebut mengalir dalam berbagai bentuk fisik maupun pesan moral yang langsung menyentuh pihak kedutaan.

Boroujerdi mengatakan bahwa rakyat Indonesia memberikan dukungan melalui berbagai cara, seperti mengirim ratusan karangan bunga hingga mengirim ribuan surat.

Tak hanya itu, beberapa masyarakat bahkan datang langsung ke Kedutaan Besar Iran di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa, serta mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Latar Belakang Pendidikan Sayyid Abbas Araghchi

Dirangkum SURYA.CO.ID dari laman pencarian, Abbas Araghchi bukanlah sosok baru dalam dunia diplomasi internasional. Ia dikenal sebagai diplomat yang memiliki fondasi akademik sangat kuat, mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral.

Dia meraih gelar sarjana hubungan internasional dari Sekolah Hubungan Internasional yang berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran.

Pendidikannya berlanjut dengan menyelesaikan gelar master ilmu politik di Universitas Islam Azad di Teheran.

Kapasitas intelektualnya semakin diakui setelah ia meraih gelar PhD dalam bidang pemikiran politik dari Universitas Kent di Inggris.

Baca juga: Imbas Donald Trump Klaim Dapat Akses Selat Hormuz Direaksi Keras Kubu Iran, Kedubes Sindir Menohok

Penelitian doktoral Araghchi memberikan wawasan menarik tentang bagaimana teori politik Islam modern berupaya merekonsiliasi kedaulatan ilahi dengan partisipasi demokratis.

Penelitian tersebut berargumen, model pemerintahan Islam kontemporer semakin menggabungkan aspek-aspek lembaga demokrasi Barat sambil tetap berlandaskan hukum Islam.

Selain ahli dalam teori politik, Araghchi juga dikenal sebagai poliglot yang mahir berbahasa Persia, Inggris, dan Arab.

Kiprah Akademik dan Karya Literasi

Di luar aktivitasnya sebagai diplomat senior, Abbas Araghchi adalah seorang akademisi yang produktif.

Sejak tahun 1996 hingga sekarang, ia aktif menjadi pengajar di Fakultas Hubungan Internasional, Fakultas Studi Dunia di University of Tehran, dan National Defense University.

Dia juga rutin memberikan supervisi serta bimbingan bagi mahasiswa tingkat sarjana hingga doktoral.

Pengalaman mengajarnya bahkan merambah ke kancah internasional, di mana pada tahun 2008 hingga 2010, ia menjadi profesor tamu di University of Tokyo dalam program Manajemen Eksekutif.

Dedikasinya pada dunia pendidikan berjalan beriringan dengan keterlibatannya dalam berbagai seminar internasional.

Sebagai seorang pemikir, Araghchi telah menelurkan banyak karya literasi yang menjadi referensi penting dalam studi hubungan internasional dan diplomasi air.

Beberapa bukunya yang terkenal antara lain Transboundary Water Diplomacy and the International System, Terrorism and Cyberspace in the Middle East, hingga buku memoarnya saat menjabat sebagai duta besar bertajuk Iran-Taishi; Memoirs of Seyed Abbas Araghchi, Ambassador of Iran to Japan.

Salah satu karyanya yang paling signifikan adalah A Sealed Secret: The JCPOA, yang mengulas upaya Iran dalam memperjuangkan hak dan keamanan negaranya di meja perundingan global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.