TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beberapa daerah di Provinsi Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan kondisi yang kian meluas dan mengkhawatirkan.
Terutama di Kabupaten Siak, Kota Dumai, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.
Di Kabupaten Siak misalnya, api dilaporkan telah masuk ke kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil.
Tepatnya di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau.
Kawasan ini memiliki ekosistem gambut dalam yang membuat api sulit dipadamkan.
Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, dan Polri terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Upaya ini dilakukan guna mencegah api meluas ke wilayah lain, termasuk permukiman warga.
Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra menyebutkan, kondisi di lapangan cukup berat.
Cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.
Ia menjelaskan, api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah melalui lapisan gambut.
Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Selain itu, keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran menjadi kendala bagi petugas.
Hal ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
Di Kota Dumai, kebakaran terjadi di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai serta Kelurahan Tanjung Palas di Kecamatan Dumai Timur.
Sementara di Kabupaten Pelalawan, titik api terpantau di Desa Merbau, Pulau Muda, dan Teluk Beringin.
Sedangkan di Kabupaten Indragiri Hulu, kebakaran masih berlangsung di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat.
Petugas terus berupaya memadamkan api di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kebakaran.
Pengawasan juga diperketat untuk mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi cuaca yang masih panas dan kering.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)