BANGKAPOS.COM - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini dipicu oleh polemik pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar yang sempat menyita perhatian publik.
Diketahui nilai harta kekayaan Rudy Mas’ud tercatat mencapai sekitar Rp166,5 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025. Kekayaan tersebut terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, kas, serta harta bergerak lainnya.
Baca juga: Kalender 2026: Tanggal 3 April Libur Apa? Cek Jadwal Long Weekend dan Daftar Hari Pentingnya
Harta kekayaannya itu disorot di tengah polemik pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang akhirnya berujung pada permintaan maaf terbuka dari Gubernur Rudy Mas’ud.
Permintaan maaf ini disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung langsung kebijakan tersebut dalam sebuah wawancara dengan sejumlah jurnalis, yang kemudian memicu perdebatan luas di masyarakat.
Pernyataan Presiden Prabowo mengenai pengadaan mobil dinas mewah dianggap sebagai pengingat penting bagi seluruh kepala daerah agar lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran negara.
Teguran itu segera menjadi bahan perbincangan di media sosial, dengan banyak pihak menilai pengadaan kendaraan mewah tidak sejalan dengan semangat efisiensi dan prioritas pelayanan publik.
Ditemui wartawan usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Islamic Center Samarinda, Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas teguran Presiden.
Ia menegaskan bahwa proses pengadaan mobil dinas jenis Range Rover tersebut sebenarnya telah dibatalkan sejak awal Maret 2026.
“Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya kami sudah mengumumkan pembatalan, dan administrasinya selesai pada 11 Maret. Kendaraan dinas sudah dikembalikan, dan laporan resmi telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri,” jelas Rudy.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran pemerintah pusat, serta masyarakat Kalimantan Timur.
Ia menekankan keterbukaan terhadap kritik dan mengajak publik untuk ikut mengawal kebijakan daerah ke depan.
“Kami mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Kami sangat menerima kritik dan saran itu. Tolong kami untuk bisa dikawal, agar bersama-sama membangun Kalimantan Timur,”ujarnya.
Rudy memastikan bahwa anggaran miliaran rupiah yang semula dialokasikan untuk mobil dinas akan dialihkan ke sektor yang lebih mendesak, terutama untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Fokus penggunaan anggaran mencakup: Pendidikan, Kesehatan, Perbaikan infrastruktur, dan Kegiatan sosial.
Dengan langkah ini, ia berharap polemik yang sempat mencuat dapat menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan anggaran daerah.
Menutup pernyataannya, Rudy menegaskan bahwa aktivitas kedinasan tetap berjalan lancar meski tanpa mobil dinas baru.
“Kita menggunakan mobil pribadi yang ada untuk ke lapangan. Aman, tidak ada masalah,” katanya.
Rudy Mas’ud adalah Gubernur Kalimantan Timur periode 2025–2030, seorang pengusaha sekaligus politisi Partai Golkar yang sebelumnya duduk di DPR RI.
Dikenal sebagai pengusaha dan politisi Golkar dengan jaringan kuat di Kaltim, ia aktif mendukung olahraga daerah dan kegiatan sosial.
Ia lahir di Balikpapan, 7 Desember 1981, dan dikenal berasal dari keluarga besar Mas’ud yang aktif di dunia politik dan pemerintahan.
Profil Singkat Rudy Mas’ud:
Nama Lengkap: H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E.
Tanggal Lahir: 7 Desember 1981
Tempat Lahir: Balikpapan, Kalimantan Timur
Usia: 44 tahun (per 2026)
Agama: Islam
Partai Politik: Golkar
Jabatan Saat Ini:
- Gubernur Kalimantan Timur ke-11 (2025–2030)
- Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) sejak 23 Oktober 2025
Kehidupan Pribadi:
- Istri: Sarifah Suraidah
- Anak: 13 orang
- Orangtua: Haji Mas’ud (ayah), Syarifah Ruwaidah Alqadri (ibu)
Saudara:
- Hasanuddin Mas’ud (kakak)
- Rahmad Mas’ud (kakak, Wali Kota Balikpapan)
- Abdul Gafur Mas’ud (adik, mantan Bupati Penajam Paser Utara)
Pendidikan:
- SD: SD Negeri 008 Balikpapan (1987–1993)
- SMP: SMP Negeri 4 Samarinda (1993–1996)
- SMA: SMA Negeri 2 Balikpapan (1996–1999)
- S1: Universitas Mulawarman, Ekonomi (1999–2006)
- S2: Universitas Mulawarman, Magister Ekonomi (2017–2020)
Karier Politik dan Organisasi:
- Anggota DPR RI (2019–2024): Komisi III, mewakili Kalimantan Timur.
- Gubernur Kalimantan Timur (2025–2030): Dilantik 20 Februari 2025 menggantikan Isran Noor.
- Ketua APPSI (2025–sekarang): Menggantikan Al Haris (Gubernur Jambi).
Riwayat Organisasi:
- Ketua PERBASI Kaltim (2017–2021)
- Ketua Depidar SOKSI Kaltim (2018–2023)
- Bendahara LPM Pusat (2020–2025
(Tribunnews/Kompas)