GAK Punya Nyali Duel! Jansen Ungkap Penyebab Inkonsistensi, Langkah Terjal BU Tembus Papan Atas!
Anak Agung Seri Kusniarti March 25, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM – Bali United kembali terjebak dalam tren negatif. Pelatih Bali United, Johnny Jansen mengungkapkan penyebab inkonsistensi Bali United. Di antaranya, Jansen menyikapi para pemain yang tidak punya nyali berduel.

Serdadu Tridatu (julukan Bali United) sekarang ini hanya mampu mengemas satu kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya di Super Leaguemusim 2025/2026.

Dengan catatan 2 kali kalah, 2 kali imbang, dan hanya 1 kali menang dalam periode tersebut, langkah Serdadu Tridatu untuk menembus papan atas klasemen semakin terjal. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan pendukung. 

Jika musim-musim sebelumnya Bali United identik dengan persaingan di lima besar, musim ini mereka justru harus bersusah payah hanya untuk bertahan di zona tujuh hingga 10 besar. 

Perjalanan Bali United di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026sejauh ini diwarnai dengan grafik yang tidak stabil. Sempat menunjukkan pertahanan yang kokoh dengan catatan 9 kali tanpa kebobolan, tim Serdadu Tridatu justru sering kehilangan poin penuh akibat tumpulnya lini depan.

Baca juga: CANDAAN Receveur dengan Lilipaly Jadi Kenyataan, Curhat Eks Ajak Gabung Bali United 

Baca juga: HEAD LIGA 1 Indonesia Persis Solo Vs Bali United, Misi Kill The Game di Stadion Manahan  

Hingga pekan terakhir, Bali United lebih banyak berkutat di papan tengah, tepatnya di persaingan posisi tujuh hingga sepuluh. Menanggapi penurunan performa tersebut, Jansen memberikan analisis mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam lapangan.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, masalah utama timnya bukan terletak pada pertahanan, melainkan efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi kemenangan.  Jansen menyoroti banyaknya hasil imbang tanpa gol yang diraih timnya meski secara defensif mereka tampil cukup solid.

“Lihat, jika Anda bermain dalam banyak pertandingan dan mencatatkan delapan atau sembilan kali clean sheet (tidak kebobolan), tetapi Anda juga mendapatkan hasil imbang empat atau lima kali dengan skor 0-0, maka masalahnya jelas,” kata Johny Jansen, pada Rabu (25/3).

“Anda butuh gol. Itulah yang saya pikirkan, kami butuh gol untuk memenangkan pertandingan. Bagi saya, sesederhana itu,” imbuh dia.

Selain aspek teknis penyelesaian akhir, Jansen juga menyinggung persoalan mentalitas pemain yang sering menjadi sorotan. Baginya, istilah mentalitas bukan sekadar kata-kata tanpa makna, melainkan manifestasi dari semangat juang di atas rumput hijau. Ia menekankan pentingnya mentalitas pemenang dalam setiap situasi perebutan bola.

“Saya ingin memperjelas sesuatu tentang mentalitas. Mentalitas adalah kata yang besar, namun intinya adalah mentalitas pemenang. Anda tahu apa itu? Jika ada bola liar di antara kita, siapa yang akan memenangkannya? Anda atau saya?” ujarnya.

“Saya harus percaya diri bahwa saya akan memenangkan bola itu dari Anda. Saya akan berduel dengan Anda. Itulah mentalitas, dan itu adalah hal yang harus kami lakukan dengan lebih baik lagi ke depannya,” jelas Jansen. (ian)

Belum Ada Ultimatum Manajemen

Di sisi lain, merosotnya performa tim mulai memicu gelombang kritik di media sosial. Tekanan dari suporter yang menginginkan hasil instan terus mengalir deras. 

Namun, Pelatih Bali United, Johnny Jansen menanggapi tekanan tersebut dengan tenang.  Ia menegaskan bahwa komunikasinya dengan manajemen klub sejauh ini masih berjalan sangat baik dan tidak ada masalah internal yang mengganggu kinerjanya. 

Mengenai adanya tuntutan khusus dari manajemen akibat rentetan hasil minor ini, Jansen memilih untuk tidak berkomentar banyak. Ia meminta publik menanyakannya langsung kepada pihak klub. 

“Tidak, kami memiliki hubungan yang baik dengan manajemen. Saya tahu apa yang saya lakukan di sini. Mengenai apa yang mereka inginkan atau pikirkan, silakan hubungi dan tanyakan langsung kepada mereka,” kata dia. “Saya rasa itu bukan pertanyaan untuk saya, melainkan untuk manajemen,” tandasnya. (ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.