Dukcapil Takalar Tetap Layani Warga Meski Ada Kebijakan WFA 
Alfian March 25, 2026 07:20 PM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Takalar tetap berjalan normal meski di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang libur panjang.

Pantauan Tribun-Timur.Com di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu (25/03/2026) pukul 14.30 Wita, aktivitas pelayanan terlihat tetap ramai.

Sejumlah warga tampak antre di ruang pelayanan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.

Kedatangan Tribun-Timur.Com disambut oleh seorang staf bernama Rahman yang langsung mengarahkan untuk bertemu dengan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Jabal Rumpang Daeng Bulu'.

Ruang kerja Kabid tersebut berada di bagian belakang kantor, tepat di samping tangga menuju lantai dua dan berdekatan dengan ruang pelayanan.

Saat ditemui, Jabal Rumpang terlihat mengenakan kaos berwarna putih.

Ia mengaku sebelumnya mengenakan pakaian dinas, namun terpaksa mengganti pakaian karena seragamnya terkena tumpahan air kopi.

Baca juga: Lonjakan Arus Balik Picu Antrean Panjang Pertalite di SPBU Kalabbirang Takalar

Meski dalam kondisi santai, ia tetap menjalankan tugas melayani masyarakat.

Ia kemudian menjelaskan bahwa pelayanan di Dukcapil Takalar tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, meskipun terdapat edaran Bupati terkait sistem kerja fleksibel atau WFA, tidak ada instruksi khusus yang menghentikan layanan di Dukcapil.

“Pelayanan tetap seperti biasa. Edaran Bupati memang menyebut WFA, tapi tidak secara spesifik untuk Dukcapil. Kami ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, jadi tidak ada libur,” ujarnya.

Edaran Bupati Takalar Nomor 800/418/SETDA mengatur penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan ASN pada masa libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam edaran tersebut, ASN diarahkan melaksanakan tugas dari rumah atau lokasi lain pada 16–17 Maret 2026 serta 25–27 Maret 2026.

Namun, terdapat pengecualian bagi unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Dalam poin edaran disebutkan bahwa perangkat daerah seperti rumah sakit, puskesmas, kecamatan, kelurahan, desa, serta unit pelayanan lainnya tetap dapat menjalankan tugas secara fleksibel agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Hal inilah yang menjadi dasar Dukcapil Takalar tetap membuka layanan tatap muka.

Ia menegaskan bahwa seluruh layanan tetap dibuka untuk masyarakat tanpa pengecualian.

Bahkan pelayanan sudah dibuka sejak beberapa hari sebelumnya untuk mengantisipasi kebutuhan warga.

“Di beberapa daerah juga sudah buka sejak Senin. Kami berjaga-jaga, siapa tahu ada warga yang butuh cetak KTP, apalagi yang mau mudik,” jelasnya.

Jabal Rumpang menambahkan, pihaknya juga melayani pencetakan ulang KTP bagi warga yang kehilangan identitas saat bepergian.

“Kalau ada yang pulang kampung lalu kehilangan KTP, tetap kita cetakkan,” katanya.

Pada hari tersebut, jumlah layanan yang diproses tergolong tinggi.

Ia menyebutkan, sudah hampir ratusan berkas yang diverifikasi hingga siang hari.

“Sudah cukup tinggi, hampir ratusan yang saya verifikasi hari ini,” ungkapnya.

Data sementara menunjukkan total antrean mencapai 83 orang.

Dari jumlah tersebut, pengurusan Kartu Keluarga (KK) mendominasi dengan 63 dokumen.

Selain itu, terdapat 33 permohonan akta kelahiran.

Kemudian, 17 warga tercatat mengurus pindah keluar kabupaten.

Sementara itu, terdapat dua permohonan akta kematian.

Untuk layanan pencetakan KTP elektronik, jumlah permintaan blangko bahkan telah menembus lebih dari 100 keping dalam sehari.

“Permintaan blangko hari ini sudah lebih dari 100 keping. Saya monitor langsung dari aplikasi di lantai dua,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap berupaya menjaga kelancaran layanan agar tidak terjadi penumpukan antrean.

Menurutnya, meski dalam suasana cuti bersama, pelayanan tetap dibuka hingga sore hari.

“Kami tidak ingin antrean menumpuk. Kasihan warga yang butuh dokumen mendesak, misalnya untuk ke bandara atau pelabuhan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem pelayanan saat ini menggunakan pola shift.

Biasanya terdapat enam meja pelayanan, namun saat ini hanya dibuka tiga meja untuk menyesuaikan kondisi.

Baca juga: Kepala Desa Se-Takalar Temui Bupati Daeng Manye Bahas Pengembangan Potensi Desa

Meski demikian, sebagian besar pegawai tetap hadir untuk membantu pelayanan.

“Anak-anak di sini justru banyak yang masuk semua. Daripada di rumah, lebih baik di sini sambil melayani masyarakat,” katanya.

Salah satu warga bernama Risal mengaku sudah mengantre sejak pukul 11.00 Wita untuk mengurus Kartu Keluarga.

Ia mengatakan proses pengurusan dokumennya telah berjalan dan kini tinggal menunggu hasil akhir.

“Sudah diproses, tinggal menunggu selesai,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan komitmen Dukcapil Takalar dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski di tengah kebijakan kerja fleksibel.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.