TRIBUNMANADO.CO.ID - Dari pemukiman padat jadi reruntuhan.
Begitulah situasi pasca kebakaran 14 unit rumah di Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu (25/3/2026).
Amatan TribunManado.co.id di lokasi, Rabu sore, puing-puing berserakan di lokasi kebakaran.
Seng, kayu, peralatan rumah tangga serta perabotan saling tumpuk.
Berbagai benda itu tampak sama. Semua kehitaman.
Sejumlah korban berupaya mengais ngais harta benda yang masih tersisa di reruntuhan.
Ekspresi wajah mereka terbagi antara harap dan derita.
Berbeda dengan para anak-anak. Mereka malah asyik bermain layangan di salah satu bidang yang kosong dari puing.
Kebakaran itu menyisakan sebuah kisah penyelamatan bayi.
Dua bayi nyaris jadi korban. Keduanya adalah bayi berumur 7 bulan dan 8 bulan.
Kedua bayi itu hanya dilapisi dinding tripleks.
Cerita Ani seorang warga, saat kebakaran, ibu si bayi 7 bulan tengah berada rumah tetangganya untuk beli ikan.
"Begitu teriakan api api dan menyusul asap, dia langsung lari dan menyambar anaknya dari ayunan," kata dia.
Si ibu sebenarnya agak lamban geraknya. Tapi demi menyelamatkan sang anak, ia berlari bak atlet pelari.
Sementara ibu sang bayi berusia 8 berada di rumahnya saat kebakaran.
"Hingga mudah baginya untuk menyelamatkan bayinya," kata dia. (Art)
Baca juga: Warga Lupa Padamkan Api, 14 Rumah di Singkil Manado Ludes Terbakar