Eri Cahyadi Tegaskan Sekolah di Surabaya Belum Daring, Ini Alasannyua
Cak Sur March 25, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri), memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), belum akan menerapkan kebijakan pembelajaran daring untuk jenjang SD dan SMP.

Saat ini, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam. Pemkot Surabaya memilih untuk menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat sebelum mengambil keputusan final.

"Jadi kami masih pelajari ya. Tapi karena memang kami sambil melihat aturannya belum keluar juga," kata Wali Kota Cak Eri saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Plus Minus Pembelajaran Daring di Surabaya

Cak Eri menjelaskan, bahwa pembelajaran daring memiliki sisi positif, salah satunya adalah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, ia lebih menyoroti dampak negatif bagi perkembangan anak.

  • Peningkatan penggunaan gawai (gadget) yang signifikan pada siswa.
  • Risiko berkurangnya interaksi sosial antar-siswa di sekolah.
  • Potensi lepasnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak.

"Penggunaan gadget ini juga akan membahayakan kalau anak-anak tidak dibatasi. Saya berharap orang tua menguatkan pengawasan agar anak tidak lepas kontrol," ujar Doktor Pengembangan SDM Unair tersebut.

Pemerintah Pusat Putuskan Sekolah Tetap Luring

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar secara nasional tetap berjalan normal.

Keputusan ini diambil, berdasarkan rapat lintas kementerian dengan mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan karakter siswa yang lebih optimal dilakukan secara tatap muka.

"Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik, dan penguatan pendidikan karakter," tegas Abdul Muti dalam keterangannya.

Konteks Kebijakan Pendidikan 2026

Berdasarkan data koordinasi kementerian, prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencegah terjadinya learning loss atau penurunan capaian belajar.

Meskipun opsi pembelajaran hybrid sempat dibahas dalam koordinasi bersama Menko PMK Pratikno, pemerintah menilai luring masih menjadi kebutuhan utama.

Hingga saat ini, Surat Edaran resmi dari kementerian sedang dipersiapkan untuk memberikan panduan teknis bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Tips Mengawasi Penggunaan Gadget Anak

Mengingat kekhawatiran Wali Kota Eri Cahyadi, berikut beberapa saran bagi orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget anak:

  • Gunakan aplikasi parental control untuk membatasi durasi layar (screen time).
  • Tetapkan area bebas gadget di rumah, seperti di meja makan atau kamar tidur saat jam istirahat.
  • Berikan edukasi mengenai konten positif dan bahaya siber sejak dini.

Pemkot Surabaya mengimbau warga untuk tetap tenang, dan mengikuti perkembangan informasi resmi terkait kebijakan pendidikan melalui kanal informasi terverifikasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.