POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Belitung Timur melalui UPT Puskesmas Manggar menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini penyakit bagi masyarakat. Program ini dirancang bukan hanya untuk warga yang sedang sakit, melainkan juga bagi warga sehat dalam upaya menjaga kondisi tubuh.
Tata Usaha UPT Puskesmas Manggar, Leni yang mewakili Kepala Puskesmas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan CKG yang akan dilaksanakan. Leni menilai partisipasi masyarakat sangat krusial agar setiap potensi penyakit dapat dideteksi sejak awal.
"Harapan kami sih agar sama-sama saling menjaga, karena kita ada program cek kesehatan gratis untuk deteksi dini. Mohon partisipasi agar ikut di kegiatan tersebut karena ini untuk yang sehat juga," ujarnya.
Untuk tahun 2026, Puskesmas Manggar mematok target capaian program CKG sebesar 65 persen dari total penduduk di wilayah Manggar. Mengingat total penduduk yang mencapai angka sekitar 40 ribuan jiwa, target ini menjadi tantangan besar bagi tim medis di lapangan.
Leni menjelaskan mekanisme untuk mendapatkan layanan cek kesehatan gratis ini sebenarnya sangatlah sederhana dan mudah. Masyarakat tidak perlu merasa bingung mengenai lokasi karena layanan ini tersedia secara rutin di berbagai tingkatan fasilitas kesehatan.
"Kami ada jadwal rutin setiap hari di Posyandu dan di Puskesmas, jadi warga bisa langsung datang saja. Layanan CKG ini juga tersedia secara rutin di setiap Pustu (Puskesmas Pembantu) di wilayah Manggar," ucapnya.
Selain itu, Puskesmas Manggar juga melakukan jemput bola dengan jadwal keliling secara berkala. Mereka menyasar tempat-tempat umum yang ramai aktivitas warga seperti pasar tradisional, perbankan, hingga ke kantor-kantor OPD di lingkungan Pemkab Beltim.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, syarat yang diperlukan hanyalah membawa tanda pengenal diri berupa KTP saat datang ke lokasi pelayanan. KTP tersebut nantinya akan berguna untuk penginputan data peserta ke dalam aplikasi resmi Sehat Indonesiaku milik kementerian.
"Mekanismenya hanya dipersyaratkan membawa tanda pengenal atau KTP saja, silakan periksa di semua faskes di bawah Puskesmas Manggar. Data nanti akan dimasukkan ke aplikasi untuk pendataan kesehatan warga secara digital," ungkap Leni.
Rangkaian pemeriksaan kesehatan yang diberikan dalam program CKG ini tergolong lengkap untuk ukuran layanan gratis. Warga akan mendapatkan pemeriksaan fisik menyeluruh mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga lingkar perut.
Petugas medis juga akan melakukan penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mengetahui status gizi dan risiko obesitas peserta. Tak berhenti di situ, pemeriksaan kesehatan darah juga dilakukan untuk mengecek kadar kolesterol, gula darah, hingga asam urat.
"Nanti di-screening semua lebih lanjut agar kita tahu hasilnya apa, mulai dari tensi hingga cek kolesterol dan gula darah. Semuanya diperiksa secara detail agar kondisi kesehatan masyarakat benar-benar terpantau," ujar Leni.
Selain yang tadi disebutkan layanan CKG ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan gigi serta kesehatan mata. Keunggulan lain dari program ini adalah adanya fasilitas pengobatan dan ruang konseling kesehatan langsung dengan dokter ahli.
Adapun hasil dari pemeriksaan program CKG di Puskesmas Manggar nantinya akan dikirimkan dalam bentuk sistem Rapor Kesehatan digital bagi setiap peserta. Hasil tersebut akan dikirimkan langsung oleh sistem ke nomor WhatsApp (WA) masing-masing warga yang telah tercantum.
Inovasi rapor kesehatan ini memudahkan masyarakat untuk menyimpan data riwayat kesehatan mereka secara praktis. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ada indikator kesehatan yang kurang baik, pihak puskesmas pun sudah menyiapkan langkah lanjutan.
"Ada tindak lanjutnya pula untuk hasil rapor kesehatan yang dinilai kurang baik setelah melalui proses screening tadi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena akan ada arahan medis selanjutnya dari petugas kami," ucap Leni.
Program CKG ini diharapkan mampu menekan angka penyakit tidak menular yang seringkali terlambat dideteksi oleh masyarakat. Kepekaan kondisi sejak dini akan membuat warga dapat mengatur pola makan ataupun gaya hidup lebih awal.
Terakhir, Leni mengingatkan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati penyakit yang sudah parah. Ia berharap hasil CKG warga Manggar nantinya didominasi oleh hasil yang sehat.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)