Lihat Tubuh Anaknya Terbujur Kaku, Tangis Ningsih Pecah Ketika Berada di Kamar Mayat RS Bhayangkara
Eko Setiawan March 25, 2026 09:07 PM

TribunBatam.id,Batam — Di ruang kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (25/3) siang, seorang ibu terus memanggil nama anaknya yang tak lagi bisa menjawab.

Tangis itu tak putus walau bernada pelan. 
"Yoga. anak bunda. Balik nak"

Suara lirih itu keluar dari bibir Triningsih (43), ibu dari Yoga (16), remaja yang meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian tambang pasir ilegal di belakang Mapolda Kepri, Rabu (25/3) pagi. 

Mata wanita itu sembab, air mata terus mengalir tanpa henti. Ia tak beranjak dari dekat tubuh anak pertamanya yang kini terbujur kaku. 

Sesekali, tangannya menyentuh tubuh sang anak, seolah ingin memastikan ini bukan kenyataan.

Namun kenyataan itu tak bisa ditolak.

Bagi Triningsih, yang akrab disapa Ningsih hari itu seharusnya berjalan seperti biasa. Tak ada firasat buruk, tidak ada tanda-tanda kehilangan.

Sebelum pergi, Yoga bahkan sempat bermapimat membantu di rumah.

“Dia sudah bersihkan rumah… terus bilang, ‘Ma, mau main’,” kenang Ningsih di sela tangisnya.

Tak lama berselang, rumah sakit mengijinkan jenazah korban di bawa pulang. Keluarga bersama warga perumaan akhirnya membawa jenazah menggunakan ambulan masjid perumahan pulang. 

Ningsi yang tak berdaya akhirnya dibantu berdiri untuk menaiki mobil menuju rumah. Keluarga dan kerabat beriring-iringan meninggalkan kamar mayat. 

Sala soerang anggota keluarga menyebut korban akan dikebumikan sore ini. Namun sebelum dikebumikan akan dibawa ke rumah duka dan disholatkan terlebih dahulu. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.