Tribunlampung.co.id, Bandung Barat - Terungkap alasan sebenarnya Badan Gizi Nasional atau BGN menutup sementara alias suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, Bandung Barat.
Penutupan tersebut bukan karena pemilik dapur program Makan Bergizi Gratis alias MBG di Bandung Barat itu viral di media sosial.
Sebelumnya, pemilik SPPG Pangauban Batujajar, Hendrik, viral di media sosial, seusai joget-joget pamer mendapat Rp6 juta per hari dari program MBG.
Alhasil, Hendrik pun panen hujatan netizen.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan BGN tak hanya menyayangkan tindakan Hendrik, tapi juga marah.
Baca juga: Sosok Hendrik Irawan Viral Seusai Pamer Insentif Rp6 Juta dari Program MBG
Ia mengingatkan bahwa SPPG bukanlah ladang bisnis.
Lebih lanjut, Nanik menyoroti viral video joget pria tersebut di dalam dapur MBG tanpa dilengkapi APD.
Nanik mengingatkan agar mitra MBG tidak bersikap aneh-aneh.
Ia mengancam mitra yang melakukan tindakan serupa akan disanksi tutup dapur MBG.
“Ya saya minta mitra itu low profile lah jangan aneh-aneh, kalau ada yang aneh-aneh nanti saya suspend atau malah kita hentikan dapurnya,” tutur Nanik dikutip dari TribunMedan.
Nanik menambahkan, setelah video joget-joget itu beredar, dapur Hendrik disidak oleh Direktur Tauwas Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro.
Nanik menyebut dapur Hendrik rupanya salah layout dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)-nya tidak benar.
Karena kedua hal itu, dapur Hendrik kini di-suspend atau dihentikan sementara.
“Dapurnya sudah kita suspend, bukan perkara dia nari, tapi karena layout-nya salah dan IPAL tidak sempurna,” ucap Nanik kepada wartawan, dikutip Rabu (25/3/2026).
Nanik mengatakan Hendrik mengelola tujuh SPPG di area Jawa Barat.
Dari tujuh itu, Nanik menjelaskan baru satu yang berjalan.
Selain itu, Nanik juga menyayangkan Hendrik yang melaporkan sejumlah pengunggah ulang video jogetnya ke polisi. Nanik meminta Hendrik tak menyalahkan orang lain.
“Ngapain harus lapor polisi? Kan yang salah siapa, makanya jangan joget-joget. Jangan nyalahin yang upload dong,” tutur Nanik.
Sebelumnya, melalui akun TikTok miliknya, Hendrik meminta maaf kepada netizen yang telah menghujatnya.
Meskipun, ia mengaku telah mengklarifikasi mengenai tindakannya.
"Pagi ini saya diberhentikan oleh Ibu Nanik selaku wakil kepala BGN mungkin netizen merasa puas tidak apa-apa yang penting saya telah meminta maaf beberapa kali kepada netizen," kata Hendrik.
Hendrik mengaku tidak memikirkan mengenai mental dirinya.
Bahkan, ia mempersilahkan warganet mencaci maki dan menghina dirinya.
Namun, Hendrik menegaskan dirinya tidak ada niat melecehkan program Presiden Prabowo Subianto. Ia juga tidak berniat melecehkan rakyat Indonesia.
"Saya mungkin salah satu mitra yang sering pansos. Silahkan anda menyebut saya boti, saya tidak tahu boti itu apa," kata Hendrik.
Hendrik pun menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto terkait aksinya yang menjadi viral di media sosial.
"Mohon Maaf sebesar besar ya kepada rakyat Indonesia yg sudah merasa terganggu atas kesalahan sayah dan sy mohon Maf kepada Bapak presiden dan BGN atas terjadi ya hura hara brapa hari ini ke depan ya akan menjadi pelajar bagi sy untuk bersosial media dan untuk sppg pagauban mulai hari ini dan seterusnya ya sppg pagauban di tutup terimaksih," tulis Hendrik dalam caption TikTok.
Hendrik menuturkan dirinya telah dihubungi oleh pengawas BGN yang menginformasikan SPPG miliknya ditutup.
Ia pun mengakui kesalahan tidak mematuhi protokol dengan berjoget di ruangan SPPG.
Namun, ia tidak menyangka aksinya bakal viral di media sosial.
Kini, Hendrik memikirkan nasib 150 relawan yang bekerja di SPPG miliknya.
"Ini dampaknya mungkin saya terlalu frontal , saya tidak menyalahkan netizen," kata Hendrik.
"Saya prihatin bagaimana nasib relawan saya, habis lebaran keuangan habis. Gimana BGN, SPPG Pangauban Batujajar berhenti," sambungnya.
Ia menuturkan SPPG miliknya selalu menjaga menu serta kuantitas. Tetapi, ia tetap tidak mempersalahkan sanksi tersebut.
"Saya tidak pernah ada komplain begitu besar, menu kami dijaga, kuantitas dijaga, kenapa ini sampai stop? Tidak masalah, saya memohon maaf kepada Presiden sebagai simbol negara, ini efek kekuatan netizen," katanya.