BOLA PANAS Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras, Kabais TNI Letjen Yudi Abdimantyo Lepas Jabatan
Juang Naibaho March 25, 2026 09:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Bola panas kasus penyiraman air keras aktivis Andrie Yunus, yang juga Wakil Koordinator KontraS, terus menggelinding.

Dalam pengusutan kasus ini, empat pelaku penyerangan yang diamankan merupakan personel Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.

Buntut keterlibatan anggota Bais dalam penyiraman air keras aktivis, ternyata merembet ke pucuk pimpinan.

Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letjen Yudi Abdimantyo resmi melepas jebatannya.

Menurut Yudi, hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keterlibatan anak buahnya dalam aksi brutal tersebut.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam konferensi pers singkat di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (25/3/2026).

Teka-Teki di Balik Kursi Kabais

Meski mengonfirmasi penyerahan jabatan tersebut, Mayjen Aulia memilih bungkam saat dicecar pertanyaan mengenai status Letjen Yudi, apakah mengundurkan diri atau dicopot oleh Panglima TNI.

Suasana konferensi pers sempat memanas saat awak media mempertanyakan siapa pengganti Yudi. 

Namun, jenderal bintang dua itu hanya melempar senyum tipis sebelum menyudahi pertemuan.

"Terima kasih," ucapnya singkat sambil bergegas meninggalkan ruangan.

Baca juga: Panglima TNI dan Kabais Diminta Bertanggung Jawab, Pelaku Penyerangan Andrie Diduga Belasan Orang

Peristiwa brutal penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus terhadi pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Senen, Jakarta Pusat. 

Pelaku penyerangan diduga kuat adalah empat prajurit TNI yang bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI.

Keempat pelaku adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. 

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar (podcast) di kantor YLBHI yang membahas isu sensitif: “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Hingga saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo. 

Kondisinya cukup memprihatinkan dengan luka bakar kimia mencapai 20 persen di tubuhnya.

"Pasien mengalami trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut," bunyi laporan medis terbaru dari pihak rumah sakit.

Keempat tersangka kini telah mendekam di sel Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. 

Namun, bagi publik, penyerahan jabatan Kabais ini barulah awal dari tuntutan transparansi yang lebih besar atas teror terhadap pembela HAM.

Rekaman CCTV Pergerakan Pelaku

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin membeberkan bukti rekaman CCTV tentang detik-detik pergerakan pelaku.

Mulai para pelaku berkumpul hingga melarikan diri dengan cara berpencar usai melakukan aksinya tersebut.

Iman mengatakan kepolisian sudah mengumpulkan rekaman CCTV di 86 titik yang merekam seluruh perjalanan pelaku. 

"Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit, sehingga kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," ungkap Iman. 

Iman mengatakan dari hasil penyelidikan, pelaku ini memang sudah sengaja membuntuti korban sebelumnya akhirnya menyiramkan air keras tersebut 

Adapun para pelaku bergerak dari kawasan Jakarta Selatan untuk berkumpul terlebih dahulu di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Setelahnya, mereka bergerak untuk menyusuri Jalan Juanda. 

"Kemudian dari Jalan Juanda, para pelaku menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Dari Jalan Medan Merdeka Barat, selanjutnya menuju kawasan Tugu Tani. Jadi kalau rekan-rekan mengikuti alurnya, itu mengitari Monas menuju Jalan, wilayah kawasan Tugu Tani," ucapnya. 

Selanjutnya, mereka berputar dan kembali ke Jalan Medan Merdeka Timur untuk kemudian ke arah kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). 

"Setelah sebelumnya menuju SPBU, apa SPBU Cikini Raya. Nah dari YLBHI, rekan-rekan sekalian, ini sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara di YLBHI," tuturnya. 

Namun, saat itu korban tidak langsung menuju TKP karena ingin mengisi bahan bakar untuk sepeda motornya di SPBU Cikini Raya. 

"Selanjutnya diduga 4 orang terduga pelaku yang menggunakan 2 sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1," tuturnya.

Hingga sekitar pukul 23.35 WIB, korban melintas di sekitar lokasi dan pelaku akhirnya melakukan aksi dengan menyiramkan air keras tersebut.

Setelah itu, Iman mengatakan rekaman CCTV juga mengungkap dua pelaku melarikan diri dengan melawan arus dari Jalan Salemba menuju kawasan Senen. 

Kemudian, mereka bergerak melalui Jalan Kramat Raya hingga kawasan Gondangdia sebelum menuju wilayah Jakarta Selatan.

Sementara itu, dua pelaku lainnya kabur melalui jalur berbeda menuju kawasan Matraman hingga Jatinegara, Jakarta Timur tepatnya ke arah Jalan Otto Iskandardinata.

"Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya," tuturnya.

Iman juga mengatakan dari hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.