Lucinta Luna Tampil Maskulin di Lebaran 2026, Tuai Pro Kontra dan Ungkap Perjuangan Batin
M Zulkodri March 25, 2026 09:19 PM

POSBELITUNG.CO--Di momen Lebaran tahun ini, Lucinta Luna tampil berbeda dari biasanya. Ia mengenakan busana muslim pria berupa baju koko putih, sarung, dan peci hitam.

Perubahan ini juga terlihat dari gaya rambutnya yang dipotong pendek dengan nuansa maskulin, terinspirasi tren pria Korea.

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar perubahan gaya, melainkan bagian dari proses pencarian jati diri yang tengah ia jalani.

Tuai Pro dan Kontra Warganet

Alih-alih mendapat simpati penuh, perubahan Lucinta Luna justru menuai beragam komentar.

Sebagian warganet meragukan ketulusannya dan menilai transformasi itu hanya sebagai konten atau gimmick di media sosial.

Namun, tak sedikit pula yang mencoba memahami bahwa perubahan seseorang membutuhkan proses panjang dan tidak instan.

Menanggapi berbagai komentar, Lucinta Luna akhirnya buka suara melalui media sosial.

Ia menegaskan bahwa proses yang dijalaninya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan bertahap.

Menurutnya, perubahan penampilan dan identitas membutuhkan keberanian besar, terutama saat harus menghadapi kritik publik.

Alih-alih mendapatkan simpati luas, Lucinta Luna justru diterjang gelombang skeptisisme dari warganet.

Banyak pihak yang meragukan ketulusannya dan menganggap transformasi tersebut hanyalah "gimmick" sesaat demi kepentingan konten media sosial.

Lucinta tampak mengenakan baju koko putih lengan panjang yang dipadukan dengan sarung bernuansa gelap serta peci hitam. (Instagram @lucintaluna_manjalita)
 
Menyadari derasnya keraguan publik, Lucinta Luna akhirnya tidak tinggal diam.

Melalui unggahan di Instagram Story-nya pada Selasa (24/3/2026), ia mencoba meluruskan persepsi orang-orang terhadap proses yang tengah ia jalani.

"Kalo mau instan dalam 1 jam naik gojek aja ya. Pelan-pelan nyaliku ganti look cowok meski pake wig human hair. Awal-awal banget baru dicukur model laki Korea begini aja dihujat," ungkap Lucinta Luna.

Perjuangan Batin yang Tak Mudah

Di balik perubahan fisik, tersimpan pergulatan batin yang cukup dalam. Lucinta Luna mengaku berharap publik dapat memberinya ruang untuk berproses.

Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk diterima dalam identitas barunya tanpa tekanan berlebihan.

Menurutnya, kritik yang terus-menerus justru bisa berdampak pada kondisi mentalnya.

Dalam pengakuannya, Lucinta Luna sempat merasakan suasana berbeda saat berada di Korea Selatan.

Selama satu bulan di sana, ia mengaku merasa lebih tenang karena tidak mendapat tekanan atau penilaian dari lingkungan sekitar.

Hal ini berbanding terbalik dengan respons yang ia terima di Indonesia, yang dinilai lebih keras.

Dalam perjalanannya mencari jati diri, Lucinta sempat merefleksikan perbedaan mencolok antara perlakuan yang ia terima di luar negeri dengan di tanah air. 

Selama satu bulan menetap di Korea Selatan, ia mengaku merasakan kedamaian yang jarang ia temukan sebelumnya.

Di sana, ia merasa bisa bernapas lega karena tidak ada satu pun pihak yang memprotes atau menghakimi penampilannya

"Yaudah ya ikutin dulu perkembangan aku. Selama aku di sini kehidupan damai tentram, adem ayem. Di Korea selama sebulan aku disini gak ada tuh yang hujanin aku, malah negaraku sendiri yang banyak kali protes Masya Allah cobaan," tuturnya.

Titik Balik Setelah 10 Tahun

Tahun 2026 menjadi momen penting bagi Lucinta Luna.

Setelah lebih dari satu dekade, ia mengaku akhirnya berani kembali mengenakan atribut ibadah pria sesuai identitas awalnya.

Langkah ini dianggap sebagai titik balik dalam perjalanan hidupnya.

“Tapi gak apa apa, akhirnya setelah sekian lama 10 thn lebih, aku baru bisa lagi beranikan diri niat beribadah pake koko sarung peci sajadah sesuai kodrat,” ujarnya.

Bagi Lucinta Luna, langkah ini bukan sekadar urusan mengubah penampilan luar.

Ia memandang perjalanan ini sebagai sebuah proses spiritual yang mendalam untuk memperbaiki diri.

Keberanian yang muncul saat ini ia yakini sebagai bentuk izin dan dukungan dari Tuhan agar ia bisa menebus kesalahan di masa lalu.

“Semua keberanian kecil ini adalah dukungan dari Allah. Saking banyaknya dosaku izinkan aku ampuni dosa-dosaku ya Allah ya Robbal 'alamin,” tutupnya.

Perjalanan Spiritual dan Harapan Baru

Lebih dari sekadar perubahan penampilan, Lucinta Luna menyebut proses ini sebagai perjalanan spiritual.

Ia berharap dapat memperbaiki diri dan mendapatkan ampunan atas kesalahan di masa lalu.

Dengan penuh harap, ia meminta doa agar bisa menjalani proses ini dengan baik dan mendapatkan ketenangan batin.

Perubahan yang dilakukan Lucinta Luna menunjukkan bahwa perjalanan menemukan jati diri tidak selalu mudah.

Di balik sorotan publik, terdapat proses panjang yang membutuhkan keberanian, kesabaran, dan penerimaan.
 
 (TribunStyle.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.