Sukses Berkat Menjaga Kepercayaan
R Hari Tri Widodo March 25, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bekerja sebagai karyawan bukan berarti menjadikan pria ini selamanya jadi orang gajian. Sebab seiring banyaknya pengalaman, ia pun naik kelas dipercaya menjadi direktur yang menggaji karyawan.

Bukan sembarang jabatan yang dipegangnya, tapi lebih tepatnya dia yang langsung menjalankan usahanya. Namun pencapaian itu ia raih tidak semudah membalik telapak tangan, ada perjalanan yang penuh lika-liku dilaluinya.

Apa dan bagaimana perjalanan karier dan usahanya, berikut petikan wawancara dengan Fadly Djohan SHut, pengusaha pengembang perumahan ini.

Bisa diceritakan bagaimana awal karier Anda?
Saya bekerja di perusahaan pengembang perumahan. Tugas saya cukup beragam di tahun 2010 itu. Mengurus ini, mengurus itu, mengawasi pembangunan rumah, memasarkan dan lainnya.

Mungkin karena dari pengalaman yang lama digelutinya dan kinerja yang bisa dibuktikan, maka saya banyak dipercaya langsung menangani usaha properti ini.
Bagi saya, bekerja adalah kepercayaan yang harus dijalankan dengan baik, berusaha  bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai yang diharapkan. Itu saja.

Bagaimana kemudian Anda memutuskan untuk bekerja mandiri?
Ya, pastinya karena sudah ada pengalaman di bidang perumahan, saya beranikan diri untuk bekerja secara mandiri.

Kendala awalnya memang hanya punya niat, punya keinginan tapi belum punya modal secara keuangan. Apalagi bisnis perumahan perlu modal tak sedikit.
Alhamdulillah, saya mendapat kepercayaan untuk mengelola modal orang lain. Dan saya sambut dengan penuh semangat dengan tekad belajar berusaha sampai bisa dan modal dapat kembali.

Tentunya, kepercayaan dari orang itu harus kita jaga dengan bekerja secara sungguh-sungguh dilandasi niat baik.

Apa yang memotivasi Anda untuk berwirausaha di bidang perumahan?
Hunian adalah kebutuhan setiap orang. Jadi potensinya sangat besar. Pasarnya jelas. Apalagi saya sudah ada pengalaman di bidang tersebut.
Jadi, tinggal bagaimana kita membaca pasar. Artinya, menawarkan hunian yang diinginkan masyarakat, baik secara desain, kondisi lingkungan, lokasi, fasilitas dan hal-hal pendukung lainnya.

Di mana lokasi lanjutan ke depan yang Anda ingin bangun saat ini?
Alhamdulillah saat ini lokasi yang sedang segera akan dibangun di kawasan Jl Makmur, Landasan Ulin, Banjarbaru.

Apa prinsip Anda dalam bekerja?
Sejak saya ikut orang sampai saya bekerja mandiri, selalu saya pegang adalah  kejujuran. Bagaimana kita bicara apa adanya tanpa melebihkan ataupun mengurangi.
Misal, kalau itu A, saya katakan A. Kalau itu B maka saya katakan B. Jujur saja, jangan dimanipulasi.

Apa suka duka dalam bisnis perumahan?
Setiap usaha pasti ada suka dukanya. Dan di bisnis perumahan ini salah satu tantangan adalah lika-liku perizinan. Terlalu banyak aturan, tapi ya kami tetap mencoba mengikuti.

Apakah ada kendala yang dihadapi dalam pemasaran?
Menghadapi konsumen dengan berbagai karakter, adalah salah tantangan juga dalam bisnis ini.

Salah satu keunikannya adalah kita menghadapi berbagai karakter orang. Kadang ada juga yang cerewet, tapi kalau masih wajar saja, ya kita layani saja.
Walau begitu ada juga yang terlalu cerewet. Jika sudah dihadapi, ya tidak apa-apa kalau calon nasabah itu kita putus daripada menimbulkan masalah.

Apa kiat Anda dalam berbisnis perumahan?
Salah satu kiat saya adalah membangun kepercayaan banyak orang, termasuk kepercayaan dari bank. Sebab perbankan adalah mitra usaha kita. Mereka yang membiayai nasabah untuk membeli rumah yang kita bangun.

Jadi, pernah ada calon nasabah yang secara administratif sudah disetujui bank. Namun syukurnya, menjelang calon nasabah itu lanjut akad kredit, saya mendapat informasi yang valid bahwa yang bersangkutan ternyata banyak pinjaman yang belum lunas.

Artinya, secara profil orang itu banyak utang. Akhirnya saya sampaikan ke bank bahwa dia tidak disarankan untuk kredit rumah. Ya, daripada ada cacat kredit, kemudian bank komplain ke saya karena dianggap tidak cermat memilih calon nasabah, lebih baik saya urungkan.

Makanya kiat saya dalam pemasaran adalah tidak asal laku. Harus pilah-pilih nasabah, sehingga proses pembiayaan dan cicilan kredit lancar. (Salmah saurin)


Korelasi Hobi dan Bisnis
Selain sibuk dengan bisnis perumahan, Fadly juga punya aktifitas hobi otomotif yaitu turing alias melakukan perjalanan luar kota.

"Turing saat ada waktu luang. Berangkat bersama istri. Hobi ini dapat menyegarkan jiwa dan raga, lepas dari rutinitas kerja," ungkapnya.

Dari hobi itu, sebenarnya ada manfaat lain yang dirasakan Fadly, yaitu ia banyak kenalan baru dari kalangan pehobi otomotif.

"Dari hobi yang sama, saya jadi banyak kawan dan juga banyak relasi, apalagi para penghobi itu berlatar belakang profesi yang beragam," kata Fadly yang juga hobi fotografer.

Korelasinya, karena banyak teman dari berbagai profesi maka otomotis juga  mempermudah dalam bisnis yang dijalankan Fadly. (Salmah saurin)

 

Biodata
Nama : Fadly Djohan SHut
TTL : Barabai, 3 Desember 1976
Pekerjaan : Pengembang Perumahan 
Jabatan : Direktur PT Putra Hulu Sungai
Organisasi: Pengurus DPD Apersi Kalsel 
Hobi : Turing dan fotografi

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.