H+3 Lebaran Pantai Burung Mandi Diserbu Pengunjung, Wisatawan Puji Wajah Baru Pantai yang Makin Rapi
Ardhina Trisila Sakti March 25, 2026 09:19 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mentari siang itu membasuh pesisir timur Pulau Belitung dengan cahayanya yang terang. Hamparan pasir putih di Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar, tampak didatangi romobongan warga yang ingin melepas penat pasca perayaan Idulfitri 1447 H.

Suasana menikmati debur ombak dan jernihnya air laut adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi beberapa orang. Momen libur panjang kali ini benar-benar dimanfaatkan oleh wisatawan untuk bercengkerama bersama keluarga besar di tepian pantai.

Sejumlah pantai favorit di Belitung Timur mulai diserbu pengunjung. Satu di antara destinasi tersebut ialah Pantai Burung Mandi yang paling banyak menarik perhatian karena aksesnya yang mudah dijangkau.

Berdasarkan data dari petugas tiket di gerbang masuk, lonjakan pengunjung di objek wisata ini signifikan sejak hari H lebaran. Memasuki H+3 Idulfitri, jumlah pelancong yang memadati kawasan ini tercatat sudah menembus lebih dari 1.000 orang.

Puncak kunjungan wisatawan diprediksi masih akan terus bertambah hingga akhir pekan mendatang saat arus balik mulai mendekat. Keasrian alam dan fasilitas yang semakin tertata rapi menjadi alasan mengapa pantai ini tak pernah sepi dari incaran para pelancong.

Faktor Dekat Jadi Penentu

Di antara mereka yang memadati bibir pantai, tampak seorang pria muda bernama Topan sedang asyik bersantai. Ia datang membawa serta istri dan anaknya untuk menikmati suasana di Pantai Burung Mandi ini.

Topan mengatakan bahwa memilih destinasi wisata saat libur lebaran tidak perlu jauh-jauh hingga keluar daerah atau menyeberang pulau. Ia lebih memilih Pantai Burung Mandi karena lokasinya yang sangat dekat dengan kampung halamannya di Manggar.

"Saya cari yang dekat saja sih sebenarnya untuk liburan kali ini. Cari yang lebih dekat biar bisa santai-santai lebih lama bersama keluarga," ujarnya.

Sebelum singgah ke Burung Mandi, Topan bersama keluarganya sempat mampir ke kawasan Bukit Samak di Manggar. Perjalanan pendek ini menjadi agenda mereka untuk mengisi waktu libur sebelum Topan kembali ke rutinitas pekerjaan.


Harga makanan yang dijajakan oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar pantai juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi Topan. Ia menilai harga kuliner di sini masih sangat terjangkau bagi kantong masyarakat lokal.

"Burung Mandi ini dekat juga dari kampung aku di Manggar dan harganya terjangkau. Kesannya sekarang juga lebih bagus ya, lingkungannya terlihat lebih rapi dari sebelumnya," ucapnya.

Topan merasa ada perubahan positif dari segi penataan kawasan wisata yang kini jauh lebih bersih dan teratur dibandingkan pengalamannya dahulu. Hal inilah yang membuatnya tidak akan pernah bosan untuk kembali berkunjung meski sudah beberapa kali ke lokasi yang sama.

Menuntaskan Rindu Setelah 18 Tahun Merantau

Keramaian di Pantai Burung Mandi tahun ini sebenarnya tidak hanya didominasi oleh warga yang merayakan Lebaran saja. Momen libur panjang ini rupanya bertepatan dengan persiapan tradisi Ceng Beng bagi masyarakat Tionghoa.

Satu di antara wisatawan yang tampak sangat menikmati suasana tersebut adalah Hendy, seorang perantau yang kini menetap di Jakarta. Hendy datang ke Belitung Timur dalam rangka mudik sekaligus mengikuti persiapan tradisi ziarah makam leluhur atau Ceng Beng bersama keluarga besarnya.

Pertemuan Hendy dengan Pantai Burung Mandi siang itu penuh dengan kenangan masa lalu. Ia mengaku sudah sangat lama tidak menginjakkan kaki di tanah kelahirannya karena sibuk bekerja di ibu kota.

"Sudah lama sekali tidak pulang ke sini, jadi sekali pulang langsung mampir ke pantai. Mungkin sudah delapan belas tahun saya tidak melihat keindahan pantai ini secara langsung," ujar Hendy.

Hendy terakhir kali mengunjungi pantai ini saat dirinya masih duduk di bangku SMA, sebelum akhirnya memutuskan merantau ke Jakarta. Hampir dua dekade bayangan tentang pasir putih Belitung Timur hanya bisa ia simpan dalam ingatan.

Hendy mengatakan sempat terkejut melihat transformasi yang terjadi di kawasan Pantai Burung Mandi ini. Ia mengatakan kondisi lingkungan Pantai Burung Mandi saat ini sudah berubah total dan jauh lebih indah dibandingkan ingatannya dulu.

"Dulu pernah ke sini, cuma kondisinya lingkungannya sih masih tidak sebagus sekarang ya. Oh, ini sudah berubah banget, sudah bagus jauh dan sangat layak dikunjungi," ucapnya.

Perubahan fasilitas mulai dari bangku, penataan kios, hingga kebersihan pantai menjadi sorotan Hendy. Ia merasa bangga melihat tanah kelahirannya kini sudah memiliki destinasi wisata yang mampu bersaing dengan daerah lain.

Hendy berencana untuk merekomendasikan pantai ini kepada rekan-rekannya di luar Belitung yang ingin mencari destinasi liburan. Hendy merasa Pantai Burung Mandi adalah perpaduan sempurna antara keindahan alam dan kemajuan pembangunan pariwisata.

"Jadi kalau mau yang ke sini, terutama yang dari luar Belitung, boleh lah dicoba mampir. Perubahannya benar-benar terasa dan memberikan kepuasan tersendiri bagi kami yang sedang pulang kampung," ungkapnya.

Kisah Topan dan Hendy adalah gambaran kecil dari banyaknya kebahagiaan yang menghiasi pesisir Belitung Timur pekan ini. Pantai bukan sekadar tempat bermain, melainkan ruang pemulihan memori yang sempat lekang oleh jarak dan waktu.

Tawa anak-anak yang bermain pasir berpadu harmonis dengan suara ombak mewarnai suasana kala itu. Burung Mandi seakan telah menjadi tempat bernaung bagi mereka yang mencari ketenangan.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.