Lalu Lintas Arus Mudik dan Balik Lebaran di Tulungagung Nyaris Tanpa Kemacetan
Sri Wahyuni March 25, 2026 09:43 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Kondisi lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2026 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ramai namun nyaris tanpa kemacetan.

Wilayah Ngantru yang sebelumnya menjadi momok kemacetan, tahun ini nyaris tanpa antrean kendaraan.

Bahkan Polres Tulungagung tahun ini tidak mendirikan pos pengamanan di Jalan Raya Ngantru, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan TribunMataraman.com, Rabu (25/3/2026) simpang tiga Ngantru di utara Jembatan Ngujang 1 hanya dijaga seorang relawan.

Relawan ini hanya membantu kendaraan dari arah selatan (Tulungagung) yang akan belok ke timur, ke arah Kabupaten Blitar.

Meski ada persilangan arus kendaraan yang akan berbelok, namun tidak terjadi kemacetan.

Di tahun-tahun sebelumnya, 2 lajur berlawanan di simpang tiga ini dipisahkan dengan tali, sehingga kendaraan dari selatan tidak bisa berbelok ke timur.

Sementara antrean kendaraan yang akan lewat simpang tiga ini bisa mengular sampai 1 km.

“Jalur-jalur alternatif tidak disiapkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini sepenuhnya mengandalkan jalur utama,” jelas Kapolsek Ngantru, AKP Edy Santoso.

Baca juga: Metri Hyang Bagawanta Bhari, Cara Warga Kediri Rawat Warisan Leluhur di Hari Jadi ke-1222

Jalur langganan macet lainnya, Jetakan dan Cuwiri di Kecamatan Kauman juga lancar.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, mengatakan dua titik ini sempat macet di hari pertama lebaran, Sabtu (21/3/2026) dan Minggu (22/3/2026).

Kemacetan saat itu lebih disebabkan banyaknya warga yang silaturahmi ke kerabat.

“Tahun lalu dua kawasan ini juga menjadi titik kemacetan. Namun saat itu lebih banyak karena warga yang berwisata,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Taufik mengatakan, kondisi lalu lintas di Tulungagung tidak ada kemacetan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan wilayah Kecamatan Ngantru sengaja dilepas tanpa Pos Pengamanan, karena sudah diprediksi tidak ada antrean kendaraan.

Berdasar data pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025, kawasan ini sudah bisa dilepas tanpa pengaturan aparat.

Kondisi sepi kendaraan juga terjadi di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek.

Padahal ruas akses wisata ini telah diantisipasi sebagai pusat kemacetan selama libur lebaran.

“JLS juga sepi, tidak seperti saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin,”  ujar Taufik.

Taufik menambahkan, kecenderungan pemudik silaturahmi di hari pertama dan hari kedua lebaran, kemudian balik.

Selain itu kecenderungan warga mudik menggunakan angkutan umum, seperti bus dan kereta api.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemudik dari kota-kota besar datang menggunakan mobil pribadi.

“Kalau dilihat di jalan, kendaraan pribadi tahun ini lebih minim dibanding tahun lalu. Sementara penumpang kereta api maupun bus relatif meningkat,” pungkasnya.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.