Laporan Misbahul Munir
SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, digegerkan oleh aksi percobaan pencurian jenazah di area pemakaman setempat.
Beruntung aksi tersebut berhasil digagalkan, setelah pelaku kepergok warga saat sedang menggali makam.
Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, aksi percobaan pencurian jenazah itu diketahui terjadi pada rabu (25/3/2026) sekira pukul 01.00 dini hari.
Lokasinya di area Pemakaman Islam Dusun Gayam Desa Sumberarum.
Saat itu, ada warga yang kebetulan melewati area makam melihat ada hal yang janggal di makam.
Warga yang memergoki aktivitas mencurigakan tersebut, segera mendekati.
Sehingga pelaku panik dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Baca juga: Melaju Ugal-ugalan, Sopir Trailer Nyaris Diamuk Warga Seusai Tabrak Pengendara Motor di Bojonegoro
Kapolsek Dander, Iptu Warsito, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Namun, aksi pelaku keburu diketahui warga dan langsung melarikan diri.
Menururnya, makam yang menjadi sasaran dugaan pencurian jenazah merupakan milik seorang warga Desa Kunci, Kecamatan Dander, atas nama almarhum Darsini.
"Makam yang digali tersebut adalah makam warga Desa Kunci Kecamatan Dander atas nama Darsini yang dimakamkan di area Makam Gayam Desa Sumberarum," ujar Warsito.
Warsito menambahkan, almarhumah Darsini diketahui meninggal dunia pada Kamis Pon 12 maret 2026 dan dimakamkan pada pukul 17.00 wib atau malam Jumat Wage.
Sementara itu, menurut kepercayaan sebagian warga setempat, jenazah yang dimakamkan menjelang malam Jumat Wage atau pada hari-hari tertentu biasanya dijaga oleh keluarga maupun orang yang ditunjuk selama beberapa waktu.
Penjagaan tersebut dilakukan karena masih ada kepercayaan bahwa orang yang meninggal pada waktu tertentu, seperti Jumat Wage, kerap menjadi sasaran orang yang menjalankan ritual klenik, seperti untuk keperluan pesugihan, ilmu kebal, maupun praktik mistis lainnya.
Baca juga: Perumahan Griyo Trisno Asri Jombang Terusik Oleh Kehadiran Biawak, Warga Diselimuti Ketakutan
“Memang ada kepercayaan di masyarakat, jika meninggal mendekati Jumat Wage, makam biasanya dijaga hingga 40 hari. Biasanya oleh keluarga atau orang lain yang ditunjuk,” bebernya.
Meski sempat terjadi upaya penggalian makam, lanjut Warsito, pihak keluarga almarhumah tidak berkenan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Atas kejadian tersebut, ahli waris tidak berkenan membuat Laporan Polisi di Polsek Dander Polres Bojonegoro," tutupnya.
Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pelaku yang melakukan upaya penggalian makam diduga percobaan pencurian jenazah tersebut.