Raja Faisal, penguasa Arab Saudi yang ditembak mati oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal. Pelaku divonis hukuman mati.
Intisari-Online.com -Hari ini, 51 tahun yang lalu, tepatnya pada 25 Maret 1975, Raja Faisal dari Arab Saudi ditembak oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaid, yang baru saja kembali dari Amerika Serikat. Hingga kini, tak jelas apa alasan penembakan tersebut.
Pangeran Faisal sendiri adalah putra dariMusaid bin Abdulaziz. Setelah Raja Faisal meninggal dunia, takhtanya diberikan kepada Raja Khalid.
Menurut NYTimes,setelah peristiwa pembunuhan terhadap raja terjadi, keluarga kerajaan mengeluarkan pernyataan bahwa Pangeran Faisal menderita gangguan kejiwaan atau gila. Tapi panel ahli medis kemudian mengeluarkan putusan bahwa Pangeran Faisal tidak gila saat dia menyelinap melewati penjaga keamanan.
Setelah melewati penjaga keamanan, Pangeran Faisal melepaskan beberapa tembakan revolver ke Raja Faisal. Ketika peristiwa itu terjadi, Raja Faisal sedang melakukan audiensi dengan seorang pejabat tinggi Kuwait.
Setelah kejadian itu, otoritas keamanan Arab Saudi terus melakukan penyelidikan mendalam mengenai motif yang dilakukan namun tak menemukan adanya bukti konspirasi. Penyelidikan kemudian meluas ke kegiatan dan kenalan pribadi Pangeran Faisal saat ia menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Pangeran Faisal sendiri sebelumnya pernah ditahan atas tuduhan penjualan dan pengedaran narkoba jenis LSD. Setelah kembali ke Arab Saudi, Pangeran Faisal terdaftar sebagai pengajar di Universitas Riyadh.
Tapi Pangeran Faisal dianggap tidak stabil secara emosional hingga pernah menjalani perawatan psikiatris di Beirut. Spekulasi yang beredar menyatakan bahwa Pangeran Faisal kemungkinan membalas kematian saudara laki-lakinya yang dibunuh polisi 9 tahun sebelumnya ketika dia membubarkan demonstrasi menentang upaya modernisasi Arab Saudi.
Karena perbuatannya itu,Pangeran Faisal pun divonis hukuman mati. Dia dieksekusi di depan 10.000 orang.
Ketika itu Pangeran Faisal bin Musaid bin Abdulaziz masih berusia sangat muda, yaitu 27 tahun. Hukuman mati kepada Pangeran Faisal dilakukan di alun-alun di depan istana Gubernur Riyadh.
Seorang saksi mengatakan bahwa pangeran diam dan tampak tenang saat dibawa ke tempat eksekusi.
Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud adalah putra Raja Ibn Saud. Dia lahir pada 1906 dan menjadi raja di Arab Saudi dari tahun 1964 sampai 1975.
Sebelum menjadi raja dia diangkat sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 1926. Pada tahun 1934, Faisal memimpin kampanye kemenangan melawan Yaman.
Dia kemudian mewakili Arab Saudi pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1945 kemudian menjadi duta besar untuk Majelis Umum PBB. Sebagai raja, Faisal seringkali berusaha memberikan dukungan finansial dan moral untuk upaya anti Israel di Timur Tengah.