Pekerjaan Asli Fuad, WN Irak Tewaskan Dwintha Anggary Cucu Mpok Nori, Sempat Coba Akhiri Hidup
Rusaidah March 26, 2026 12:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Pekerjaan asli Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad yang menewaskan Dwintha Anggary cucu Mpok Nori akhirnya terungkap.

Hal ini dibocorkan kakak kandung korban, Diah (40).

Status pekerjaan pelaku yang kian terpuruk diduga menjadi salah satu pemantik kecemburuan buta dan konflik rumah tangga mereka.

Kakak kandung korban, Diah (40), mengungkapkan bahwa Fuad awalnya memiliki pekerjaan di bidang perdagangan. 

Baca juga: Terungkap Profesi La Ode Safiul Akbar Gani Viral Mudik Naik Jet Pribadi Bersama Keluarga

Saat masih tinggal bersama Anggi di kawasan Puncak, Bogor, Fuad diketahui bekerja di sebuah usaha parfum.

"Kalau dulu pas di Puncak, dia kerja jadi bagian parfum. Saya enggak ngerti detailnya bagian apa, tapi memang di bidang parfum," ujar Diah saat diwawancarai di kediamannya di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (24/3/2026), dikutip Grid.id.

Pekerjaan tersebut sempat berlanjut ketika pasangan ini pindah ke Jakarta.

Fuad diketahui sempat bekerja di kawasan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jakarta Utara, masih di bidang yang sama, yakni perdagangan parfum.

Dewhinta Anggary, cucu Mpok Nori, ditemukan tewas diduga dibunuh mantan suaminya. Keluarga mengenang Anggi sebagai sosok baik, penyabar, dan penyayang anak-anak.
Dewhinta Anggary, cucu Mpok Nori, ditemukan tewas diduga dibunuh mantan suaminya. Keluarga mengenang Anggi sebagai sosok baik, penyabar, dan penyayang anak-anak. (Dok istimewa/Tribun Trends/via TribunnewsBogor.com dan TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Namun, kondisi tersebut berubah drastis belakangan ini. 

Menurut pengamatan keluarga, Fuad tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Diah menyebut dirinya jarang melihat Fuad berangkat bekerja secara rutin layaknya orang berkantor atau berdagang.

"Pas adik saya sudah mulai kerja, dia (pelaku) malah enggak ada pemasukan. Saya enggak pernah melihat dia berangkat kerja. Walaupun dia ngomong kerja, tapi jamnya 'ngalor-ngidul' (tidak menentu)," lanjut Diah.

Kekosongan pemasukan ini membuat Fuad harus mengandalkan bantuan finansial dari luar negeri.

Diah membeberkan bahwa pelaku sering menelepon kerabatnya di kampung halaman untuk meminta bantuan uang.

"Yang saya tahu, kalau dia enggak punya duit, dia telepon orang di kampungnya di Irak, minta kirimin uang," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Wanita Staf Bawaslu Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan, Tinggal Seorang Diri

Masalah pekerjaan ini menjadi bom waktu ketika Anggi, sang korban, justru mulai meniti kemandirian ekonomi. 

Anggi diketahui baru saja diterima bekerja di program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai tenaga pengelola.

Kemajuan karier Anggi justru memicu gesekan. 

Fuad, yang secara budaya memiliki prinsip bahwa istri tidak boleh memegang uang sendiri, merasa terancam dengan lingkungan baru Anggi yang kini memiliki banyak rekan kerja dan aktivitas di luar rumah.

Tabiat Keseharian Dibongkar RT

Sementara, Ketua RT setempat, Nurgiyanto, mengungkapkan tabuat keseharian Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, seorang Warga Negara (WN) Irak yang membunuh mantan istrinya, cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary.

Nurgiyanto mengatakan Fuad dikenal sebagai pribadi tertutup di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Menurutnya, hal tersebut juga dipengaruhi oleh kendala bahasa, mengingat Fuad merupakan warga negara asing.

"Orangnya terlihat biasa saja, cenderung tertutup. Kita juga terkendala komunikasi, baik bahasa Inggris maupun bahasa lainnya," ujar Nurgiyanto, Senin (23/3/2026).

Meski demikian, Nurgiyanto mengungkap bahwa Fuad sempat terlibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Dwintha Anggary.

Ia bahkan mengaku pernah turun tangan untuk memediasi permasalahan rumah tangga keduanya.

"Kalau KDRT itu pernah diinformasikan juga sama pengurus. Waktu itu saya sampai mediasi secara khusus," jelasnya.

Coba Akhiri Hidup

Tak hanya itu, sekitar satu bulan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Fuad juga disebut sempat mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.

Baca juga: Identitas Suami Istri Warga Sungailiat Selundup Cumi Berisi Sabu, Sang Napi Ngaku Tak Kenal 

Aksi tersebut diduga dipicu karena tidak terima saat korban mengajukan permintaan cerai.

"Dia tidak terima istrinya minta cerai, lalu melukai dirinya sendiri dengan senjata tajam. Keluarga korban sampai ketakutan karena dia sempat membawa senjata dan mengancam," ungkap Nurgiyanto.

Situasi tersebut membuat pihak keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat.

Lebih lanjut, Nurgiyanto mengaku tak menyangka pertemuan terakhirnya dengan Fuad menjadi momen sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

"Sehari sebelumnya saya sempat berpapasan, dia masih sempat menyapa. Saya tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini," terangnya.

Baca juga: Cek Link UTBK-SNBT 2026 Sekarang, 10 Prodi UI Daya Tampung Terbanyak dan Paling Sedikit

Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya. Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah meninggal.

"Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.

Menurut keterangan keluarga, Fuad yang merupakan warga negara Irak sempat beberapa kali terlihat di sekitar lokasi rumah korban sehari sebelum kejadian.

Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

(Tribunnews.com/TribunSumsel.com/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.