TRIBUNSTYLE.COM -- Memasuki hari ke-19 kepergian Vidi Aldiano, suasana haru masih terasa kuat di area makamnya yang berada di TPU Tanah Kusir.
Hingga kini, makam pelantun sejumlah lagu populer tersebut masih terus didatangi peziarah dari berbagai kalangan.
Tidak hanya keluarga dan kerabat dekat, para penggemar juga silih berganti hadir untuk mendoakan dan memberikan penghormatan.
Ayah almarhum, Harry Kiss, mengaku terharu melihat besarnya cinta masyarakat kepada putranya bahkan setelah hampir tiga pekan kepergian sang musisi.
Menurut Harry, bunga tabur selalu memenuhi area pusara sejak pagi hari.
Petugas kebersihan bahkan harus bekerja ekstra membersihkan bunga yang terus berdatangan.
“Setiap hari banyak sekali yang ziarah. Pagi penuh bunga, sore sudah dibersihkan, besok pagi penuh lagi. Dalam sehari petugas bisa mengumpulkan hingga dua karung bunga tabur,” ujar Harry saat ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (25/3/2026).
Melihat kondisi tersebut, keluarga mulai memikirkan kenyamanan bagi para peziarah.
Harry mengaku telah meminta pengelola pemakaman untuk menanam pohon di sekitar makam agar suasana tidak terlalu panas.
Menurutnya, cuaca siang di area pemakaman sangat terik sehingga peziarah sering datang membawa payung sendiri.
Baca juga: Sheila Dara Muncul Tak Lagi Mode Mute, Istri Vidi Aldiano Lahap Makan Masakan Ayah Mertua: Enak Pah
“Kalau siang di sini panasnya pol. Saya sampai bawa payung sendiri. Kasihan yang datang kalau nggak siap,” tuturnya.
Selain memperhatikan kondisi makam, keluarga juga mengambil langkah lain untuk menjaga kenangan tentang Vidi tetap hidup.
Mereka meresmikan komunitas bertajuk Vidi Tetap Hidup yang dikelola para penggemar setia.
Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah kegiatan sosial yang mencerminkan nilai-nilai yang selama ini dikenal dari sosok Vidi.
Kegiatan yang direncanakan antara lain kunjungan ke panti asuhan, aksi sosial, hingga program bantuan di yayasan kanker.
Tak lama setelah diumumkan, akun media sosial komunitas itu langsung dipenuhi antusiasme masyarakat.
Banyak penggemar ingin terlibat dalam gerakan sosial tersebut.
Ibunda Vidi, Besbarini, juga menyampaikan rasa terima kasih atas doa yang terus mengalir untuk putranya.
Keluarga bahkan berencana tetap mendampingi area makam hingga memasuki peringatan 40 hari kepergian Vidi.
Bagi Harry, banyaknya peziarah menjadi bukti bahwa Vidi meninggalkan nama baik yang akan terus dikenang.
Ia menyebut warisan terbesar putranya bukan hanya karya musik, tetapi juga kesan baik di hati banyak orang.
“Biasanya kita kalau doa minta rezeki atau kesehatan. Tapi kita sering lupa meminta kepada Allah supaya dikenang baik saat meninggal dunia kelak,” pungkasnya. (Tribun Style/Tribunnews Bogor)