Situasi yang Membikin Pembelian BBM di  SPBU di Pelaihari Tanahlaut Kalsel Sampai Sempat Dibatasi
Edi Nugroho March 25, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ini situasi yang membikin pembelian BBM di  SPBU di Pelaihari Tanahlaut Kalsel sampai dibatasi

Aktivitas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tetap mengalir seperti biasa.

Pantauan Rabu (25/3/2026),pelayanan tiga SPBU yang berada di Kota Pelaihari yaitu SPBU di simpang Angsau, SPBU di Almanar, dan SPBU di Saranghalang tetap berjalan lancar. Tak terjadi antrean yang berarti.

Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat terlihat lancar mengisi BBM. Meski kadang ada tumpukan pengendara yang datang bersamaan, namun tak sampai memunculkan antrean panjang.

Baca juga: Sampaikan Pandangan Fraksi ke DPRD HSS, Bahas Pendirian Bangunan di Bantaran Sungai

Baca juga: Gunung Hauk Balangan Ramai Dikunjungi Selama Libur Lebaran, Pendaki Dilarang Tinggalkan Sampah 

Pengelola SPBU memastikan pasokan bahan bakar masih dalam kondisi aman. Hal ini seperti ditegaskan pengelola SPBU Saranghalang dan SPBU Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, H Junaidi.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terjadi kelangkaan BBM di wilayahnya.

“Untuk saat ini tidak ada kelangkaan, masih normal seperti biasa,” ujarnya saat diwawancarai.

Namun demikian, pihaknya menerapkan pembatasan pembelian sebagai langkah antisipasi agar distribusi tetap merata, terutama di tengah meningkatnya konsumsi pasca Lebaran.

Untuk kendaraan roda dua, pembelian dibatasi maksimal 7 liter per hari. Sementara kendaraan roda empat berkisar 40 hingga 45 liter, dan truk antara 60 hingga 70 liter per hari.

“Kami batasi supaya semua bisa kebagian, jadi tidak ada yang menumpuk di satu pihak saja,” jelasnya.

Ia mengakui, ada peningkatan konsumsi BBM dalam beberapa hari terakhir, seiring arus balik dan meningkatnya mobilitas masyarakat. Meski begitu, kondisi antrean masih terpantau normal dan terkendali.

“Memang ada peningkatan konsumsi karena efek pasca Lebaran, tapi antrean masih normal dan tetap bisa terlayani dengan baik,” tambahnya.

Dengan langkah pembatasan tersebut, pihak SPBU berharap distribusi BBM tetap lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa gejolak di lapangan.

Tips aman membeli BBM di SPBU meliput:

* Mematikan mesin, tidak merokok, dan mematikan HP untuk mencegah kebakaran. Pastikan meteran dimulai dari angka nol, periksa jenis nozzle, dan minta struk pembelian untuk menghindari kecurangan. 

* Gunakan pembayaran non-tunai (MyPertamina/kartu) dan beli di jam sejuk (pagi/malam) agar lebih efisien. 
 Keamanan Fisik (Preventif Kebakaran):

* Matikan mesin: Mesin yang menyala dapat menghasilkan listrik statis yang memicu api.

* Matikan HP/dilarang merokok: Larangan ini penting untuk menghindari percikan api dari uap BBM.

* Turun dari kendaraan (motor): Disarankan turun agar posisi motor lebih stabil dan aman.

* Perhatikan posisi nozel: Pastikan petugas memasukkan nozel ke dalam tangki dengan benar.

* Keamanan Transaksi (Anti-Kecurangan):

* Pastikan meteran nol: Cek layar pompa sebelum pengisian dimulai.

* Cek nominal ganjil/pecahan: Mengisi dengan nominal ganjil (misal Rp55.000 atau Rp103.000) lebih disarankan daripada angka bulat kelipatan 5 atau 10, karena oknum sering menggunakan tombol cepat untuk angka bulat.

* Minta Struk: Selalu minta struk sebagai bukti resmi transaksi dan pastikan jumlah yang dibayar sesuai literan.

* Awasi Petugas: Perhatikan layar, pastikan tidak ada pengisian yang terhenti atau dimanipulasi.

* Waktu terbaik: Mengisi pada pagi atau malam hari saat udara dingin meminimalisir pemuaian BBM, sehingga takaran lebih padat.

* Gunakan Non-Tunai: Pembayaran via MyPertamina, kartu debit/kredit, atau QRIS meminimalisir risiko uang kembalian tidak sesuai dan lebih praktis.

* Pilih SPBU Resmi: Pastikan mengisi di SPBU resmi Pertamina untuk menjamin kualitas BBM. * Jika merasa dicurangi, laporkan ke Pertamina Call Center 135 atau petugas SPBU setempat.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.