Martapura (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan mengecek kesiapan pengamanan hingga Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) menjelang Haul Ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan yang dipusatkan di Masjid Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kabupaten Banjar.
"Kami telah menyiapkan pengamanan menyeluruh untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara besok," kata Kapolda, Rabu.
Yudha mengungkapkan sebanyak 601 personel dikerahkan dalam operasi pengamanan kali ini, terdiri dari 362 personel Polda Kalsel dan 239 personel Polres Banjar.
Selain itu, pengamanan juga didukung oleh 2.300 relawan yang ditempatkan di titik-titik strategis di sekitar lokasi haul yang diperkirakan dihadiri ribuan orang jamaah.
Untuk mendukung kenyamanan jamaah, kata dia, Satuan Brimob Polda Kalsel menurunkan berbagai fasilitas, antara lain dua unit Kendaraan Dapur Lapangan yang memproduksi 3.000 bungkus makanan siap saji gratis.
Selain itu, tersedia pula tiga unit water treatment untuk penyediaan air bersih, satu unit water tank, serta satu unit kendaraan toilet.
Direktorat Polairud Polda Kalsel juga menyiagakan dua unit perahu karet dengan kapasitas masing-masing enam orang untuk membantu mobilisasi jamaah melalui jalur sungai.
Di bidang kesehatan, Biddokkes Polda Kalsel bersama Rumah Sakit Bhayangkara menerjunkan 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, perawat, dan apoteker.
Mereka didukung dua unit ambulans dan satu unit mobil operasional Dokpol. Tim medis akan melakukan patroli kesehatan dengan berjalan kaki di sepanjang lokasi haul untuk memantau langsung kondisi jamaah.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, pihaknya telah menyediakan 13 kantong parkir di sekitar lokasi, yaitu enam lokasi dari arah Pesayangan, tiga lokasi dari arah Sungai Tabuk, dua lokasi dari arah Astambul, dan dua lokasi dari arah Pasar Papan.
"Kami mengimbau seluruh jamaah agar menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan sehingga rangkaian peringatan haul Datu Kelampayan dapat berjalan aman, lancar, dan khidmat," kata Kapolda.
Datu Kalampayan merupakan ulama besar dari Kerajaan Banjar yang lahir di Martapura, Kalimantan Selatan tahun 1122 H (17 Maret 1710-1812 M) dan meninggal pada 6 Syawal 1227 Hijriah.
Tokoh agama ini adalah pengarang kitab fikih berjudul Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi pemeluk Agama Islam bermazhab Imam Syafi'i di Asia Tenggara, dan menjadi referensi keilmuan di Universitas Al Azhar Mesir serta pegangan ibadah umat Islam bermazhab Syafii dunia.








