3 BERITA POPULER PADANG: Buruh Tertabrak Kereta Api, Sampah Pantai Meningkat dan Antisipasi Pungli
Rahmadi March 26, 2026 08:27 AM

Pertama, keterangan rekan korban menjadi salah satu fokus utama penyelidikan polisi dalam kasus pria yang tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kota Padang,  Rabu (25/3/2026).

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, mengungkapkan berdasarkan hasil wawancara dengan rekan-rekan korban, pria tersebut terakhir kali terlihat meninggalkan mess pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang harus bekerja ekstra keras menangani lonjakan sampah di kawasan objek wisata Pantai Padang pascalibur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Diskominfo Kota Padang, volume sampah meningkat drastis seiring tingginya kunjungan wisatawan ke ikon wisata ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Ketiga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang meningkatkan pengawasan di kawasan wisata Pantai Padang guna mengantisipasi praktik pungutan liar (pungli) dan parkir ilegal saat libur Lebaran.

Pantai Padang atau dikenal Taplau (Tapi Lauik) oleh warga lokal, merupakan ikon wisata bahari yang terletak tepat di jantung Kota Padang.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Buruh di Pauh Padang Tewas Tertabrak Kereta Api, Sempat Keluar Mess Sambil Telepon Malam Hari

Keterangan rekan korban menjadi salah satu fokus utama penyelidikan polisi dalam kasus pria yang tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (25/3/2026).

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, mengungkapkan berdasarkan hasil wawancara dengan rekan-rekan korban, pria tersebut terakhir kali terlihat meninggalkan mess pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dari keterangan rekan korban, yang bersangkutan keluar dari mess sekitar pukul 21.00 WIB sambil melakukan panggilan telepon. Setelah itu, korban tidak kembali,” ujar AKP Edi Harto.

Keesokan paginya, rekan korban menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di atas rel kereta api.

“Mereka mendapat kabar bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rel, dengan kondisi tubuh tidak utuh akibat diduga tertabrak kereta api,” jelasnya.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Lintas Sumatera Dharmasraya Dipadati Kendaraan Pelat B dan BH

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas Polsuska yang tengah melakukan patroli rel sekitar pukul 03.00 WIB. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pauh untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil identifikasi sementara, korban diketahui bernama Kaslim (50), seorang buruh harian asal Cilacap, Jawa Tengah, sesuai identitas yang ditemukan di lokasi.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menggali keterangan tambahan dari para saksi.

“Kita tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pihak PT KAI dan masinis, guna memastikan penyebab pasti kejadian ini,” tutup AKP Edi Harto.

Saat ini, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit M Djamil Padang dan masih menunggu kedatangan pihak keluarga.

Baca juga: Buruh Asal Cilacap Tertabrak Kereta di Limau Manis Padang, Sisa Darah Masih Terlihat di Rel

TERTEMPER KERETA - Kapolsek Pauh AKP Edi Harto memberikan keterangan terkait kasus pria tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Polisi akan memeriksa sejumlah saksi serta masinis kereta untuk mendalami penyebab kejadian.
TERTEMPER KERETA - Kapolsek Pauh AKP Edi Harto memberikan keterangan terkait kasus pria tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Polisi akan memeriksa sejumlah saksi serta masinis kereta untuk mendalami penyebab kejadian. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Polisi Periksa Saksi

Kepolisian Sektor (Polsek) Pauh akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait peristiwa seorang pria yang tewas diduga tertemper kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dari Call Center Polresta Padang setelah adanya informasi dari masyarakat dan pihak PT KAI.

“Setelah kita mendapatkan informasi, personel langsung menuju lokasi kejadian. Di TKP memang benar ditemukan seorang laki-laki dewasa dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya tidak utuh akibat tertabrak kereta api,” ujar AKP Edi Harto.

Ia menjelaskan, sebagai tindak lanjut, polisi akan mendalami penyebab pasti kejadian dengan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan.

“Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT KAI, khususnya masinis yang mengoperasikan kereta saat kejadian,” jelasnya.

Baca juga: Buruh Asal Cilacap Tertabrak Kereta di Limau Manis Padang, Sisa Darah Masih Terlihat di Rel

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di lintasan rel kereta api kawasan Perum Prakisindo, RT 06 RW 02, Kelurahan Limau Manis Selatan.

Berdasarkan laporan awal, korban pertama kali ditemukan oleh petugas Polsuska saat melakukan patroli rel sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari hasil identifikasi sementara, korban diketahui bernama Kaslim (50), seorang buruh harian asal Cilacap, Jawa Tengah, sesuai dengan identitas yang ditemukan di lokasi.

Berdasarkan keterangan rekan korban, lanjut AKP Edi Harto, korban terakhir kali terlihat meninggalkan mess pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB sambil melakukan panggilan telepon.

“Paginya, rekan korban mendapatkan informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rel kereta api,” tambahnya.

Baca juga: H+ 4 Lebaran Rabu 25 Maret 2026, BMKG Prediksi Cuaca Bukittinggi Berawan Sepanjang Hari

Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu pihak keluarga datang menjemput.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Cerita Saksi

Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekira pukul 10:03 WIB, terlihat sisa darah dan tiga helai daun talas masih berada di lokasi.

Satu daun talas berada di tengah rel, lokasinya berada di belakang rumah Ernawati, warga sekitar.

Ernawati menunjukan lokasi kecelakaan tersebut kepada TribunPadang.com, sembari menunjuk lokasi pertama korban tertabrak kereta api.

Hingga jari telunjuknya mengarah ke sisa darah dan dua daun talas lainnya yang berada di pinggir rel.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 25 Maret 2026: Agam dan Bukittinggi Waspada Angin Kencang

Lokasi kedua ini menjadi tempat jasad korban dipindahkan usai kecelakaan terjadi sekira pukul 03:30 WIB itu.

Sementara itu, di sekitar TKP, bau amis darah masih tercium, ditambah angin berhembus membuat aromanya semakin pekat di hidung.

Warga sekitar, Ernawati menyebut bahwa ia tak mengetahui secara persis kronologi kecelakaan buruh asal Cilacap tersebut.

Kejadian naas itu ia ketahui setelah membuka pintu rumahnya yang hanya berjarak 6 meter dari TKP, sekira pukul 07:00 WIB.

"Saya tahu saat bangun, membuka pintu rumah, ternyata ada petugas kereta api di sana," ucapnya memberikan keterangan di lokasi.

Petugas tersebut lantas menanyakan kepada Ernawati, apakah mengetahui kejadian lengkapnya, lantas ia menjawab baru bangun tidur.

Baca juga: BMKG Prediksi Siang Hari Kabupaten Solok Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat, Pagi dan Malam Berawan

Hingga akhirnya, masyarakat sekitar juga berdatangan ke lokasi untuk melihat jasad buruh asal Cilacap tersebut.

Hingga pihak kepolisian datang ke lokasi dan akhirnya membawa jasad tersebut ke RSUP M Djamil Padang.

"Jasadnya sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit, kurang lebih pukul 09:00 WIB tadi," jelas Ernawati saat memberikan keterangan sekira pukul 10:05 WIB tersebut.

Identitas Korban

Seorang warga diduga tertabrak kereta api di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).

Peristiwa yang terjadi tepatnya di lintasan rel kereta api RT06/RW 02 membuat masyarakat gempar pada pagi hari.

Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB.

Kemudian dilakukan pengecekan dan diduga korban tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur.

Usai dilakukan pendataan, korban diketahui bernama Kaslim (50) seorang buruh harian yang berasal dari Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini: Sawahlunto Diguyur Hujan Ringan, 6 Kota Lain Dominan Berawan

WARGA TERTABRAK KERETA - Seorang warga dilaporkan tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026). Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB.
WARGA TERTABRAK KERETA - Seorang warga dilaporkan tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026). Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menyebut awalnya ada laporan penemuan mayat pada pukul 05.30 WIB. (TribunPadang.com/Istimewa)

"Usai menerima informasi tersebut, kami beserta piket fungsi Poslek Pauh melakukan pengecekan adanya penemuan mayat diduga tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur," ujarnya.

Personel Polsek Pauh langsung melakukan pendataan dan membawa jenazah ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kata dia, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Informasi tersebut didapatkan Polsek Pauh dari petugas Polsuska.

"Saat itu petugas Polsuska bernama Revanstevano melaksanakan patroli rel kereta api di sepanjang rel Indarung," ujarnya.

Kemudian petugas menemukan mayat di atas rel kereta api dan melaporkannya ke Polsek Pauh.

Mayat Ditutup Daun di Pinggir Rel

Seorang warga dilaporkan tertabrak kereta api di kawasan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026).

Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, beredar informasi adanya seorang warga tertabrak kereta api sehingga bagian tubuhnya ditutupi daun talas.

Terkait informasi tersebut, Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, membenarkan informasi tersebut saat dihubungi TribunPadang.com pada pukul 08.06 WIB.

"Iya, ada laporan warga dilaporkan tertabrak kereta api," katanya.

Edi Harto menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi di Kelurahan Limau Manis Selatan yang berjarak sekitar 7,1 kilometer dari Polsek Pauh.

"Kejadiannya masuk wilayah hukum Polsek Pauh, karena terjadi di Kelurahan Limau Manis Selatan," sebutnya.

Edi Harto mengungkapkan untuk kronologi dan kondisi korban belum diketahui.

Hal itu dikarenakan pihaknya masih berada di lapangan untuk mengumpulkan informasi dengan mendatangi lokasi kejadian.

"Nanti akan kita sampaikan kembali," pungkasnya.

Peristiwa Sebelumnya: Kereta vs Mobil

Peristiwa orang ditabrak kereta sebelumnya juga terjadi di Padang hingga memakan korban jiwa.

Tepatnya kecelakaan maut antara minibus Honda Brio dan kereta api terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, tepatnya di kawasan Parak Salai, Kelurahan Jati, Kota Padang, Sumatera Barat.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 12.45 WIB. Akibat kecelakaan ini, dua orang penumpang dikabarkan meninggal dunia.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, mobil Brio berwarna putih itu tampak ringsek parah pada bagian bodi sebelah kiri.

Kaca samping dan depan mobil pecah berhamburan. Kendaraan tersebut tergeletak di samping rel. Warga sekitar pun ramai memadati lokasi kejadian.

Kereta api yang terlibat kecelakaan ini diketahui sedang melaju dari arah Stasiun Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Baca juga: Sayuri Bersaudara Dapat Panggilan, Susul Rizky Ridho Perkuat Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday

 Kecelakaan diduga terjadi saat mobil minibus ini melintas di perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu.

Petugas kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut keterangan salah seorang warga setempat bernama Wen, mobil tersebut membawa tujuh orang penumpang.

Dua dari tujuh penumpang itu meninggal dunia. Kedua korban yang meninggal dikabarkan masih berstatus pelajar di SMAN 10 Padang.

Semua korban kecelakaan mobil ditabrak kereta api ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Yos Sudarso.(*)

2. Volume Sampah di Pantai Padang Meningkat, Petugas DLH Kerja Ekstra

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang harus bekerja ekstra keras menangani lonjakan sampah di kawasan objek wisata Pantai Padang pascalibur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Diskominfo Kota Padang, volume sampah meningkat drastis seiring tingginya kunjungan wisatawan ke ikon wisata ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Anggota Kebersihan dari DLH, David, saat ditemui di Pantai Padang mengungkapkan bahwa kondisi usai Lebaran tahun ini tergolong cukup berat.

"Kalau untuk pas Lebaran ini sangat ekstrem, sampahnya terbilang banyak," ujar David, salah seorang petugas kebersihan DLH, sebagaimana dikutip dari rilis resmi Diskominfo, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Akses Lembah Anai Kembali Buka-Tutup Mulai 1 April, Pengendara Diminta Atur Jadwal Perjalanan

SAMPAH- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang harus bekerja ekstra keras menangani lonjakan sampah di kawasan objek wisata Pantai Padang, Rabu (25/3/2026).
SAMPAH- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang harus bekerja ekstra keras menangani lonjakan sampah di kawasan objek wisata Pantai Padang, Rabu (25/3/2026). (Dokumentasi/Diskominfo Kota Padang)

Membersihkan kawasan Pantai Padang, DLH mengerahkan sekitar tiga armada pengangkut sampah dengan dukungan tiga titik pembuangan, yakni di Koto Marapak, Muaro, dan Simpang Gaung (Simpago).

Meski fasilitas tempat sampah telah disediakan di berbagai titik, kesadaran pengunjung dan pedagang masih menjadi tantangan utama.

Hendri, anggota DLH lainnya, menyoroti perilaku sejumlah pedagang yang masih saja tidak disiplin dalam membuang sampah.

"Kebiasaan beberapa oknum pedagang, pagi jualan, sampahnya dibuang ke pantai, tidak dimasukkan ke karung. Akibatnya pengunjung pun ada yang ikut-ikutan,” katanya.

Baca juga: Pengakuan Pemilik Warung di Padang Soal Buruh Cilacap Tewas Tertabrak KA: Korban Sedang Libur Kerja

Ia pun mengimbau seluruh pihak, terutama pedagang, untuk lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

"Pesan kami, setelah berjualan tolong dibersihkan. Jangan buang sampah ke pantai, apalagi lempar bekas kelapa sembarangan. Bak sampah sudah ada, mari buang pada tempatnya,” tegasnya.

DLH berharap adanya kerja sama dari semua pihak agar keindahan Pantai Padang tetap terjaga, terutama di momen libur besar yang selalu dipadati wisatawan.

3. Satpol PP Perketat Pengawasan Pantai Padang, Antisipasi Pungli dan Parkir Liar Saat Libur Lebaran

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang meningkatkan pengawasan di kawasan wisata Pantai Padang guna mengantisipasi praktik pungutan liar (pungli) dan parkir ilegal saat libur Lebaran.

Pantai Padang atau dikenal Taplau (Tapi Lauik) oleh warga lokal, merupakan ikon wisata bahari yang terletak tepat di jantung Kota Padang.

Di sini, pengunjung bisa menikmati perpaduan harmonis antara deburan ombak dan deretan pegunungan Bukit Barisan di kejauhan.

Aktivitas favorit wisatawan meliputi berjalan santai di sepanjang trotoar yang lebar, berburu kuliner khas seperti karupuak kuah dan pisang bakar, atau sekadar duduk menanti momen matahari terbenam (sunset) yang terkenal sangat memesona.

Baca juga: Volume Sampah di Pantai Padang Meningkat, Petugas DLH Kerja Ekstra

Bagi pecinta swafoto, area Monumen Merpati Perdamaian dan kawasan Kota Tua di dekatnya memberikan latar belakang yang sangat estetik.

Melansir dari Kominfo Kota Padang, Rabu (25/3/2026), peningkatan pengamanan ini dilakukan seiring tingginya lonjakan pengunjung sejak H+1 Idul Fitri 1447 Hijriah.

Petugas Satpol PP di lapangan, Afiq, menegaskan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah menjaga kenyamanan wisatawan serta ketertiban umum (trantibum) dari potensi pelanggaran.

“Terpantau di Pantai Padang dari H+1 cukup ramai sampai sekarang. Kami melakukan pengawasan terhadap wisatawan untuk mengatasi pungli dan parkir liar. Ke depannya, kami pasti lebih wanti-wanti dan akan menindak tegas,” ujar Afiq.

Baca juga: Akses Lembah Anai Kembali Buka-Tutup Mulai 1 April, Pengendara Diminta Atur Jadwal Perjalanan

Selain pengawasan pungli, Satpol PP juga mengimbau para pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan dan keselamatan anggota keluarga, terutama anak-anak, di tengah keramaian.

“Masyarakat kami sarankan menjaga anak-anak dan barang bawaan. Jangan terlalu euforia karena kondisi ramai rawan kecelakaan dan gangguan lainnya,” pungkasnya.rls

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.