Muncul Dugaan Ritual Klenik dalam Aksi Pembongkaran Makam Tengah Malam di Bojonegoro 
Dwi Prastika March 26, 2026 10:22 AM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Misbahul Munir

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Dugaan latar belakang ritual klenik mencuat dalam kejadian upaya pembongkaran makam di area pemakaman Islam Gayam, Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebelumnya, makam warga Desa Kunci, Kecamatan Dander, bernama Darsini dibongkar orang tak dikenal pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Salah satu warga, Mualim mengungkapkan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh pemuda desa yang kebetulan lewat. 

Dalam cahaya yang remang-ramang, dia melihat ada sesosok pria di tengah area pemakaman.

Saat disorot dengan lampu senter, ternyata orang tersebut tengah melakukan penggalian di salah satu makam. 

"Pas ketahuan diberok (red: diteriaki) warga, 'woi mek opo kui?' (red: woi sedang apa itu) dia langsung melipir kabur," ujar Mualim saat dijumpai Tribun Jatim Network di lokasi sekitar makam, Rabu (25/3/2026).

Mualim menyebutkan, makam yang hendak dibongkar adalah milik almarhumah Darsini, perempuan warga Desa Kunci yang meninggal pada malam Jumat Wage atau Kamis (12/3/2026) lalu. 

Baca juga: Makam Warga Bojonegoro Dibongkar Sosok Misterius dan Kepercayaan Masyarakat Soal Malam Jumat Wage

Makam yang digali persis di bagian nisan atas atau bagian kepala.

Bekas galian terlihat masih dangkal, belum sampai pada lokasi jenazah dimakamkan. 

"Kelihatannya baru digali, pas di bagian kepala tapi belum sampai dalam sudah dipergoki warga," sambungnya. 

Aktifitas tak lazim itu, menurut Mualim, biasanya dilakukan oleh pihak yang tengah lelaku ritual klenik atau perbuatan syirik dengan mencari tumbal. 

Mereka biasanya mencari makam orang yang meninggal di hari dan pasaran Jawa tertentu seperti Jumat Wage, Jumat Legi untuk memenuhi persyaratan ritualnya.

Baca juga: Mengenal Tradisi Padusan di Gresik, Warga Berdoa di Makam Sambut Ramadan 2026

Dia mengatakan, yang diincar biasanya tali pocong, kain kafan atau bagian tubuh jasad.

"Mungkin orang mau melakukan pesugihan, ilmu hitam, padahal zaman wes (sudah) modern," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi pencurian jenazah untuk hal-hal tersebut, tambah Mualim, keluarga atau ahli waris melakukan penjagaan selama beberapa waktu. 

"Biasanya kalau orang meninggal Jumat Wage, Jumat Legi makamnya dikemit (dijaga) 40 hari oleh ahli waris atau menyuruh orang, hal seperti itu di sini (di Desa Sumberarum) masih dilakukan," tutupnya. 

Penjelasan Polisi

Kapolsek Dander, Iptu Warsito, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Namun, pelaku langsung kabur saat dipergoki oleh warga. 

Baca juga: Kronologi Penemuan Granat Nanas Aktif di Area Makam Gresik

Meski sempat terjadi upaya penggalian makam, lanjut Warsito, pihak keluarga almarhumah tidak berkenan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. 

"Atas kejadian tersebut, ahli waris tidak berkenan membuat laporan polisi di Polsek Dander Polres Bojonegoro," ujarnya, Rabu (25/3/2026). 

Sementara itu, pantauan Tribun Jatim Network di lokasi, terlihat makam yang sempat dibongkar kini sudah diperbaiki.

Bekas penggalian makam kini sudah dirapikan dan ditimbun kembali oleh pihak keluarga ahli waris. 

Meski demikian, belum diketahui secara pasti sosok dan motif pelaku aksi pembongkaran makam yang diduga hendak melakukan pencurian jenazah tersebut. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.