Kronologi 2 Pria Hilang di Sungai Martapura Banjarmasin, Saksi Sebut Keduanya Sempat Bertengkar
Irfani Rahman March 26, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berikut kronologi dua pria yang belum diketahui identitasnya diduga hilang di Sungai Martapura Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Rabu (25/3/2026) malam.

Saksi sebut keduanya sempat bertengkar fisik di sekitar jembatan sebelum terjun ke sungai. Saat ini pencarian masih dilakukan

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 22.00 WITA berdasarkan informasi dari Rescue 911 Banjarmasin. Dari keterangan saksi di lokasi, kedua pria itu sebelumnya terlibat pertengkaran fisik di sekitar jembatan.

Di tengah keributan, salah satu pria tiba-tiba melompat ke sungai. Tak lama kemudian, pria lainnya yang terlibat perkelahian turut menyusul menceburkan diri.

Baca juga: Barang di Kios-kios Terdampak Losmen Ambruk di Banjarmasin Dievakuasi, Pedagang Libur Jualan

Warga yang melihat kejadian itu sempat melakukan pencarian awal secara mandiri. Namun hingga saat ini, kedua korban belum ditemukan dan identitasnya masih dalam proses pendataan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian.

Sebanyak enam personel diberangkatkan sekitar pukul 23.10 WITA menggunakan unit rescue car menuju lokasi yang berjarak sekitar 28,5 kilometer dari kantor.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Polairud Polda Kalimantan Selatan, Rescue 911 Banjarmasin, Water Rescue Banjarmasin, serta dibantu masyarakat setempat.

Berbagai peralatan turut dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, seperti perahu karet (rubber boat), alat selam, perangkat water rescue, hingga teknologi Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kondisi membahayakan manusia dalam insiden tersebut.

“Kami telah memberangkatkan tim rescue ke lokasi dengan peralatan lengkap, termasuk Aqua Eye untuk memindai keberadaan korban di bawah air,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim saat ini fokus melakukan penyisiran di titik terakhir korban terlihat (last known position) serta koordinasi dengan seluruh unsur di lapangan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pencarian demi kelancaran operasi serta keselamatan bersama.

“Kami juga meminta apabila ada pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko petugas,” tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.