BANJARMASINPOST.CO.ID - Peristiwa tragis menimpa dokter Shanti Hastuti (45). Dia ditemukan tewas di rumahnya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, pada Sabtu (21/3/2026).
Ketika ditemukan, tubuh Dokter Shanti sudah dalam keadaan membusuk. Mulut disumpal dan tangan terikat.
Sebagai informasin, Shanti merupakan ASN yang bertugas di Puskesmas Pintu Rime, Desa Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Dalam peristiwa itu, jasad Dokter Shanti pertama kali ditemukan oleh adiknya.
Korban diduga dibunuh oleh tetangganya, seorang pria berinisial D.
Saat ditemukan, tubuh Shanti mulai membusuk.
Baca juga: Aksi Balapan Liar Remaja Kembali Terlihat di Dekat SMPN 18 Banjarmasin, Resahkan Warga
Kondisinya mengenaskan: tangan diikat ke belakang menggunakan kabel listrik dan mulut disumpal dengan kain hitam berupa jilbab, di kamar tidurnya.
Saat ini, D dilaporkan telah ditangkap polisi, namun petugas belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.
Sementara itu, beredar video pengakuan D di media sosial, yang menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Dalam video berdurasi 3 menit 47 detik itu, tersangka mengaku masuk ke rumah korban sekitar pukul 04.00 WIB menjelang sahur.
Niat awalnya mencuri, namun aksinya diketahui korban.
Panik, tersangka mencekik leher korban sambil menutup mulut dan hidung hingga korban meninggal.
Setelah itu, tersangka yang merupakan tetangga korban menggeledah kamar tidur di lantai dua.
Tersangka keluar dari rumah sekitar pukul 06.30 WIB dan sempat melarikan diri ke Kutacane, Aceh Tenggara, untuk menghilangkan jejak.
Tersangka juga mengaku kembali ke Blangkejeren dengan niat mengambil laptop dan sepeda motor milik korban dari ruang praktik dokter Shanti.
Kerja keras tim penyelidik Polres Gayo Lues yang dibantu Ditreskrimum Polda Aceh akhirnya membuahkan hasil.
Tersangka ditangkap di sekitar Kota Blangkejeren saat berencana melarikan diri keluar daerah.
Tersangka kini telah diamankan di Mapolres Gayo Lues untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kasus pembunuhan dokter Shanti Hastuti masih dalam tahap pengembangan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo melalui Kasat Reskrim Iptu M Abidinsyah SH yang dikonfirmasi TribunGayo.com, Selasa (24/3/2026) membenarkan tersangka pembunuhan terhadap dokter Shanti Hastuti telah ditangkap.
Namun, terkait kasus ini, Iptu M Abidinsyah meminta media bersabar terlebih dahulu karena kasus tersebut masih dalam proses pengembangan.
Ketua IDI Cabang Gayo Lues, dr Junaidi kepada TribunGayo.com, Rabu (25/3/2026), menyampaikan apresiasi atas kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.
Ia berharap pelaku dapat dijatuhi hukuman setimpal agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya terhadap tenaga kesehatan.
"Saya bersama pengurus IDI mengapresiasi, Polri khususnya jajaran Polres Gayo lues yang dibantu oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh, telah berhasil mengusut dan menangkap tersangka pembunuhan seorang dokter di kabupaten itu.
Semoga pelaku diberi hukuman yang seberat-beratnya, agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa apalagi terhadap tenaga kesehatan," ujar dr Junaidi.
Menurut dr Junaidi, almarhumah dr Shanti Hastuti merupakan dokter umum yang bertugas di Puskesmas Pintu Rime, Kecamatan Pining.
Ia dikenal sebagai sosok dokter senior yang berdedikasi tinggi serta memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap profesinya.
"Bukti kecintaannya ini dibuktikan dengan menjadi seorang dokter di Puskesmas Pining sebelum di pindah tugaskan ke Puskesmas Pintu Rime desa Uring, selalu aktif memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama ini," jelas dr Junaidi.
Ia juga menegaskan bahwa jaminan keamanan, keselamatan dan kesehatan merupakan hak setiap tenaga kesehatan, terutama bagi mereka yang bertugas di wilayah terpencil.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribungayo.com)