TRIBUNNEWS.COM - Kylian Mbappe membantah laporan soal kesalahan Real Madrid melakukan diagnosis terhadap cedera lutut yang sempat ia derita musim ini.
Awalnya salah seorang jurnalis dari RMC Sports Prancis dan beberapa media Spanyol mengklaim Real Madrid salah mengidentifikasi cedera lutut yang dialami Mbappe pada Desember lalu.
Dalam klaimnya, Real Madrid dianggap keliru mendiagnosis cedera Mbappe.
Mbappe yang sebenarnya menderita cedera lutut di bagian kiri, namun Real Madrid diduga melakukan tes MRI pada bagian kanan alias sebaliknya.
Sontak, klaim tersebut menimbulkan huru-hara dan kebisingan tersendiri di jagat media sosial.
Hal ini mengingat status Real Madrid sebagai salah satu klub sepak bola terbaik di abad ke-20.
Pamor Real Madrid tentu ternodai jika klaim tersebut benar adanya alias nyata.
Seakan tidak ingin menciptakan huru-hara di momen kritis pada akhir musim ini.
Mbappe pun muncul di depan awak pers, dan menepis berbagai rumor liar terkait isu tersebut.
Dalam sesi konferensi pers jelang digelarnya laga Prancis vs Brasil di FIFA Matchday pada Jumat (27/3/2026) dinihari.
Eks pemain PSG itu dengan tegas menyebut klaim yang menyebut Real Madrid salah dalam mendiagnosis cederanya sebagai hal yang tidak dibenarkan.
Baca juga: Kylian Mbappe Jelaskan Misinya Bersama Real Madrid sebelum Piala Dunia 2026
Alih-alih salah mendiagnosis, Mbappe justru mengaku rutin berkomunikasi dengan pihak klub.
Terutama ketika ia masih menjalani tahap pemulihan cedera lutut yang ia alami pada Desember lalu.
Karena ketika Mbappe menderita cedera lutut, dirinya mengakui tidak selalu berada di Madrid, melainkan juga menjalani recovery di Paris.
"Informasi bahwa Real Madrid memeriksa lutut saya yang salah itu tidak benar," tegas Mbappe dilansir ESPN.
"Mungkin saya memikul sebagian tanggungjawab secara tidak langsung terhadap isu ini,"
"Karena ketika anda tidak berkomunikasi tentang apa yang anda alami dan sedang terjadi, itu menimbulkan banyak interpretasi, akhirnya semua orang mencari jawaban sendiri,"
"Namun dengan Real Madrid, saya punya komunikasi yang jelas, baik ketika saya mulai rehabilitasi di klub, maupun ketika berada di Prancis,"
"Saya pasti didampingi tim dokter, fisioterapis dan pelatih fisik klub, di mana kami saling bekerjasama, jadi tidak ada masalah dengan hal itu," tambahnya.
Jika ditelusuri, Mbappe memang beberapa kali harus absen memperkuat Real Madrid musim ini.
Dan yang paling disorot ialah ketika Mbappe didiagnosis menderita cedera lutut pada akhir tahun lalu.
Menurut laman yang sama, Mbappe pertama kali mengalami cedera saat melawan Celta Vigo pada 7 Desember 2025.
Hanya saja, cedera tersebut tidak berlangsung lama pemulihannya.
Benar saja, Mbappe kembali terus bermain dalam tiga laga berbeda sebelum akhir tahun 2025.
Masing-masing melawan Alaves, Talavera dan Sevilla.
Setelahnya, Mbappe baru dinyatakan menderita cedera lutut, dan kebenaran informasi ini dikonfirmasi pihak klub.
Disinilah klaim masalah muncul, di mana salah seorang jurnalis Prancis dan beberapa media Spanyol menduga Real Madrid salah mendiagnosis cedera Mbappe.
Kesalahan ini diperkuat dengan bukti bahwa Mbappe harus melewatkan beberapa laga Real Madrid diluar perkiraan tim medis.
Akibat cedera lutut tersebut, Mbappe hampir absen memperkuat Real Madrid di laga-laga krusial timnya.
Mulai dari ajang Super Coppa Spanyol, lalu serangkaian laga lain selama bulan Januari dan Februari.
Hingga laga play-off dan leg pertama babak 16 besar melawan Manchester City.
Namun, kini kondisi Mbappe telah sepenuhnya pulih.
Dirinya siap kembali memperkuat Real Madrid maupun Timnas Prancis menuju gelaran Piala Dunia 2026 mendatang.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)