Lima Syarat yang Diajukan Iran untuk Gencatan Senjata dengan AS dan Israel
Hari Susmayanti March 26, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Perang antara Iran vs Amerika dan Israel sudah berlangsung selama 27 hari.

Perang yang diawali oleh serangan AS dan Israel ke wilayah Iran itu pecah pada 28 Februari silam.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda perang tersebut akan berakhir.

Kedua belah pihak masih melakukan penyerangan.

Namun pihak Amerika Serikat nampaknya mulai melunak dan ingin segera melakukan gencatan senjata.

Hal itu menyusul disampaikannya proposal untuk mengakhiri perang yang dikirimkan oleh Amerika Serikat melalui Pakistan.

Dalam proposal tersebut, setidaknya da 15 poin yang disampaikan oleh pejabat Pakistan untuk mengakhiri perang.

Di antaranya pelonggaran sanksi, pembatasan program nuklir Iran, pembatasan rudal, serta pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Selain itu juga pembatasan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

Sementara itu pihak Gedung Putih menyebut komunikasi dengan Iran masih terus berlangsung.

Dikutip dari Tribunnews.com, Sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukan progres yang produktif.

Namun, ia mengingatkan bahwa jika jalur diplomasi gagal, Presiden Donald Trump siap mengambil langkah lebih keras.

“Jika pembicaraan tidak berhasil, Presiden akan memastikan respons yang jauh lebih kuat dari sebelumnya,” kata Leavitt.

Sementara itu, media Iran juga menyebut Teheran berpotensi membuka front baru di Selat Bab al-Mandab—jalur strategis antara Yaman dan Djibouti—jika serangan terhadap wilayahnya terus berlanjut.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf bahkan memperingatkan bahwa negaranya akan menyerang negara tetangga yang bekerja sama dengan musuh.

Sejak dimulainya operasi militer AS bertajuk “Operation Epic Fury”, Iran dilaporkan menyerang negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS serta menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengingatkan dunia berada di ambang konflik yang lebih luas.

“Sudah saatnya berhenti menaiki tangga eskalasi dan mulai menaiki tangga diplomasi,” ujarnya di markas besar PBB, New York.

Baca juga: Kisah Pilu Anak 7 Tahun Tewas Tenggelam di Selokan Mantrijeron Jogja Saat Syawalan dengan Orang Tua

Respon Iran Terhadap Proposal AS

Menyikapi proposal yang diajukan oleh AS melalui Pakistan, Iran menegaskan negaranya menolak gencatan senjata yang diajukan tersebut.

Iran menyebut baru akan mengakhiri perang jika syarat yang diajukannya disetujui.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pemerintahnya tidak terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang.

“Kami tidak melakukan negosiasi apa pun dan tidak memiliki rencana untuk itu,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Rabu (25/3/2026).

Araghchi menilai komunikasi dengan mediator bukan berarti negaranya melakukan negosiasi dengan AS.

“Pesan yang disampaikan berisi sejumlah gagasan dan telah diteruskan kepada otoritas tertinggi. Jika diperlukan, posisi resmi akan diumumkan,” katanya.

Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai membuka peluang terbatas bagi Iran untuk mempertimbangkan jalur diplomasi, meskipun sebelumnya para pejabatnya secara tegas menolak perundingan dengan AS.

Laporan Press TV menyebut Teheran telah menolak proposal gencatan senjata dari Washington dan menyiapkan tawaran tandingan.

Syarat Gencatan Senjata Iran

Untuk melaksanakan gencatan senjata, Iran mengajukan lima syarat utama.

Mulai dari penghentian penargetan terhadap para pemimpin serta tuntutan pembayaran reparasi.

“Iran akan mengakhiri perang ketika memutuskan sendiri dan ketika syarat-syaratnya terpenuhi,” demikian kutipan pernyataan pejabat anonim dikutip dari Tribunnews.com.

Jika syarat tersebut tidak dapat dipenuhi, maka Iran tidak akan melaksanakan gencatan senjata.

Ia juga menegaskan Iran akan terus melancarkan “pukulan berat” di berbagai wilayah Timur Tengah.

Pejabat pertahanan Israel meragukan Iran akan menyetujui persyaratan tersebut.

Israel juga menginginkan agar kesepakatan apa pun tetap memberi ruang untuk melakukan serangan pre-emptive.

Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, menyatakan lebih dari 10.000 target di Iran telah diserang.

Ia mengklaim sekitar 92 persen kapal perang utama Iran telah dihancurkan, sementara kapasitas peluncuran drone dan rudal menurun lebih dari 90 persen.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.