Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Pihak kepolisian mengungkap ciri khusus jasad wanita yang dipastikan sebagai korban pembunuhan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Ciri khusus itu sebagai satu-satunya tanda yang kemungkinan dapat mengungkap identitas jasad wanita yang ditemukan di area persawahan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso.
Sebab saat ditemukan jasad tersebut sudah membusuk diperkirakan meninggal lima hari sebelum ditemukan.
Jasad tersebut dipastikan sebagai korban pembunuhan setelah mendapat autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong. Terungkap adanya tanda-tanda kekerasan serius pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahyono Tri Yoga menjelaskan, korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul di sejumlah bagian tubuh.
“Dari hasil otopsi ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul pada bagian kepala dan dahi, serta adanya retakan pada tulang rusuk. Ini mengindikasikan korban meninggal akibat tindakan kekerasan,” ujar Decky, Rabu (25/3/2026) dikutip TribunJatim.com.
Selain luka fisik, tim forensik juga menemukan gangguan fatal pada organ dalam korban yang diduga menjadi penyebab kematian.
“Terjadi penyumbatan aliran darah ke jantung yang diduga dipicu oleh benturan keras tersebut,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum akhirnya ditemukan warga, di area persawahan, Senin (22/3/2026) sore.
“Estimasi waktu kematian sudah di atas lima hari. Artinya saat ditemukan kondisi jenazah sudah cukup lama,” jelas Decky.
Hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui. Polisi menghadapi kendala dalam proses identifikasi karena kondisi sidik jari korban yang telah rusak akibat proses pembusukan.
Meski demikian, petugas menemukan satu ciri khusus yang dapat menjadi petunjuk penting, yakni tato bergambar perempuan di bagian paha kiri korban.
“Kami masih berupaya mengungkap identitas korban. Ciri yang bisa dikenali sementara hanya tato di paha kiri,” katanya.
Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri-ciri korban.
Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan bukti pendukung lainnya.
“Kami terus melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian ini,” tegasnya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban untuk segera melapor ke Polres Pasuruan Kota.
“Peran masyarakat sangat kami harapkan. Jika ada yang merasa kehilangan atau mengetahui informasi terkait, segera laporkan agar membantu proses identifikasi dan pengungkapan kasus ini,” tambahnya.(*)