SERAMBINEWS.COM - Memasuki bulan Syawal, banyak umat Muslim mulai berburu pahala tambahan lewat puasa sunnah.
Namun, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, muncul pertanyaan klasik: mana yang harus didahulukan, qadha atau Syawal?
Bulan Syawal 1447 H telah tiba. Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh dan merayakan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026), umat Muslim kini mulai melirik amalan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Namun, tidak sedikit yang merasa bimbang, terutama bagi kaum hawa atau mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan.
Pertanyaan yang sering muncul pun sama: lebih dulu bayar utang puasa (qadha) atau mengejar puasa sunnah Syawal?
Seperti diketahui, puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari.
Ibadah ini hanya bisa dilakukan di bulan Syawal, sehingga kesempatannya datang sekali dalam setahun.
Di sisi lain, puasa qadha memiliki waktu yang lebih fleksibel. Selama tidak dilakukan pada hari-hari yang dilarang dalam syariat, qadha bisa dikerjakan di luar bulan Ramadhan kapan saja.
Lalu, mana yang sebaiknya didahulukan?
Pertanyaan ini kerap menjadi perbincangan, termasuk soal kemungkinan menggabungkan niat agar bisa mendapatkan pahala dari keduanya sekaligus.
Baca juga: 3 Lowongan Kerja Terbaru Maret 2026: Sasa Inti, BCA Finance hingga Bank Jatim, Cek Syaratnya!
Baca juga: Utang Puasa Ramadan atau Puasa Syawal Dulu? Ini Penjelasan Ulama yang Perlu Diketahui
Soal pengerjaan puasa qadha dan puasa syawal ini sudah pernah dijelaskan oleh Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).
Dalam sebuah kajian yang dilansir dari kanal YouTube Semuthitam TV, UAS menjelaskan bahwa pada dasarnya yang paling utama (afdol) adalah melunasi utang puasa Ramadhan terlebih dahulu, baru kemudian menambah enam hari puasa Syawal secara terpisah.
"Kalau Afdolnya ganti dulu yang tujuh (hutang puasa di bulan Ramadhan), habis itu baru tambah enam (puasa Syawal)," kata pendakwah kondang tersebut, dilansir dari Serambinews.com, Senin (17/5/2021).
Namun, UAS, sapaannya, menegaskan bagi perempuan yang memiliki utang puasa akan mendapatkan banyak keringanan untuk membayarnya.
Namun, UAS mengungkapkan sebuah "trik" luar biasa khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu.
Ternyata, pahala puasa Syawal bisa didapatkan secara otomatis saat seseorang melakukan puasa Qadha di bulan Syawal.
"Ibu-ibu qadha saja enam hari di bulan Syawal, niatnya qadha mengganti puasa yang tinggal kemarin lillahi ta'ala. Maka otomatis dapat pahala puasa sunnah enam Syawal," jelas UAS.
Baca juga: Ingin Bayar Utang Atau Puasa Syawal Lebih Dulu, Begini Tata Cara dan Waktu Terbaik
Lebih menarik lagi, UAS memaparkan bahwa umat Muslim bisa memborong hingga tiga pahala sekaligus dalam satu hari puasa.
Caranya adalah dengan memilih hari pelaksanaan yang tepat.
Jika seseorang melaksanakan puasa Qadha (bayar utang) enam hari di bulan Syawal dan bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, maka ia akan mendapatkan:
"Qadha lunas sehari, dapat pahala puasa Senin, dapat pahala puasa Syawal," sambung ulama asal Asahan, Sumatera Utara tersebut.
Bag yang merasa berat jika harus berpuasa enam hari berturut-turut, UAS memberikan kabar baik.
Puasa Syawal 1447 H ini tidak harus dilakukan secara maraton atau berurutan.
Pelaksanaannya sangat fleksibel selama masih berada dalam bingkai bulan Syawal.
"Dipangkal (awal bulan) boleh, di tengah boleh, di akhir boleh," pungkas UAS.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)