Imbas Konflik Global, Pemkot Tangsel Andalkan Belanja Daerah untuk Tahan Inflasi Pasca Lebaran
Ahmad Tajudin March 26, 2026 12:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pasca Lebaran 2026.

Terlebih adanya konflik global yang terjadi di kawasan Teluk Persia, antara Iran-Israel-Amerika hingga saat ini masih berlangsung.

Ketegangan yang mulai berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) itu terjadi usai Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, termasuk Pimpinan Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Akibat serangan tersebut, Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di se-antero Timur Tengah.

Bahkan, Iran pun sampai menutup kawasan Selat Hormuz sebagai respon atas tindakan serangan tersebut.

Penutupan Selat Hormuz ini lah yang berpotensi mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok, lantaran sebanyak kisaran 20-25 persen perdagangan minyak dunia melintasi selat ini setiap harinya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengaku, pihaknya terus mencermati perkembangan maupun potensi dampak yang timbul akibat perang tersebut.

Menurutnya, gejolak tersebut bisa berdampak pada kelangkaan minyak dan distribusi barang, sehingga berimbas pada inflasi di daerah.

“Memang saya mencermati bagaimana pengaruh perang Teluk terhadap perkembangan atau kenaikan beberapa harga pokok akibat kelangkaan minyak dan lain sebagainya,” ujar Benyamin, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Hari Ini, Rabu 25 Maret 2026 ASN Tangsel Masuk Kerja dengan Skema WFA

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Benyamin, Pemkot Tangsel mengandalkan percepatan belanja daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ia menegaskan, seluruh belanja pemerintah daerah akan dikeluarkan secara tepat sasaran dan dalam waktu yang cepat.

“Kita tetap menjaga konsumsi dalam negeri. Artinya semua belanja-belanja pemerintah daerah ini dikeluarkan secara tepat dan pada waktu yang sangat cepat,” jelasnya.

Selain itu, kata Benyamin, Pemkot Tangsel juga telah melakukan intervensi sejak awal hingga pertengahan Ramadan melalui berbagai program sosial.

Di antaranya melalui kegiatan bazar dan intervensi harga yang digelar di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangerang Selatan.

"Terus kita juga lakukan penyaluran zakat, infak, dan sedekah oleh masjid-masjid di wilayah Tangsel. Dan itu semua sudah tersalur dengan baik," katanya.

"Ini cara kita untuk menghindari kenaikan inflasi, kenaikan harga, dan sebagainya," jelas Benyamin.

Ia menilai, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat pasca Lebaran.

“Ini salah satu strategi kita secara ekonomi dan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat," tutup Benyamin.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.