- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan rudal-rudal berpemandu presisi Emad, Qiam, Khorramshahr-4, dan Qadr telah menghantam lebih dari 70 lokasi di seluruh wilayah pendudukan Israel dalam serangan balasan gelombang ke-81 Operasi Janji Sejati 4.
Dilansir dari Press TV, Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyatakan rudal-rudal itu berhasil menghantam target di Haifa, Dimona, Al-Khudriyya dekat Haifa, dan daerah-daerah di utara dan selatan Tel Aviv pada Rabu (25/3/2026).
Jumlah korban jiwa di pihak Israel telah meningkat terutama setelah tiga gelombang serangan dahsyat Iran sebelumnya berdasarkan intelijen lapangan yang dikutip IRGC.
Pernyataan itu menyebut jumlah total korban tewas dan luka-luka kini telah melampaui 2.500.
IRGC juga memperingatkan rakyat AS bahwa merrka sedang disesatkan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui kebohongan dan distorsi realitas medan perang.
IRGC menyebut keduanya sebagai penghasut perang.
"Kebenaran perang harus Anda saksikan di pom bensin Amerika, di jalan-jalan Iran, dan di langit Tel Aviv dan Haifa," kata IRGC dikutip dari Press TV pada Kamis (26/3/2026).
"Jangan kirim anak-anak Anda ke neraka dengan tipu daya Netanyahu dan Trump. Tentara penyerang akan tenggelam dan lenyap dalam lautan jutaan penduduk Iran," kata IRGC.
Bahkan IRGC mengancam akan meratakan Tel Aviv dan Haifa.
"Ingat, kami akan meratakan Tel Aviv dan Haifa hingga ke tanah, inilah yang diajarkan oleh Pemimpin kami yang telah gugur," lanjut IRGC.
IRGC menyatakan hingga kini lebih dari 700 rudal dan 3.600 drone telah ditembakkan ke target AS dan Israel sejak militer AS-Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
IRGC juga mengklaim sistem pertahanan udara Iran telah mencegat dan menghancurkan lebih dari 200 pesawat musuh, termasuk rudal jelajah dan jet tempur canggih.
Dalam serangan militer AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) itu, Pemimpi Tertingi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah jenderal Iran tewas.(*)