Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dua titik tumpukan sampah kembali muncul di kawasan jalan atas Skyland, tepatnya di sekitar Kampung Butong, Kota Jayapura, Papua. Sampah-sampah tersebut dibuang sembarangan di sepanjang jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Sentani – Waena menuju pusat Kota Jayapura dan Kota Raja.
Pantauan wartawan Tribun-Papua.com di lokasi, Rabu (25/3/2026), tumpukan sampah terlihat berada di sisi jalan yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga ke badan jalan.
Selain itu, sebagian sampah juga terlihat dibakar oleh oknum warga, sehingga menimbulkan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Padahal, sebelumnya di titik awal lokasi pembuangan telah dipasang papan larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Upaya tersebut sempat membuat aktivitas pembuangan berkurang. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, warga kembali membuang sampah dengan cara berpindah ke titik lain yang tidak jauh dari lokasi semula.
Baca juga: 300 Pasien Padati Puskesmas Sentani Selama Libur Lebaran, Mayoritas Keluhkan Demam
Akibatnya, kini muncul dua titik baru pembuangan sampah liar yang justru memperluas area pencemaran lingkungan di kawasan jalan atas Skyland.
Fenomena ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di lokasi-lokasi yang tidak memiliki pengawasan langsung.
Di sekitar lokasi pembuangan sampah tersebut, terdapat kebun milik warga yang ditanami berbagai tanaman seperti pisang dan jagung. Bahkan, sebagian warga diketahui kerap berjualan hasil kebun, seperti jagung rebus, di pinggir jalan tersebut.
Keberadaan sampah di dekat area kebun tentu sangat mengganggu aktivitas warga, baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Bau menyengat dari sampah serta asap pembakaran berpotensi mencemari udara dan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.
Kondisi ini juga berisiko mencemari tanah dan lingkungan sekitar, termasuk tanaman yang menjadi sumber penghidupan warga.
Baca juga: 7 Orang Diduga Anggota KKB Ditetapkan sebagai DPO Kasus Pembunuhan Nakes di Tambrauw
Jalur alternatif Skyland sendiri merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Jalan ini menghubungkan kawasan Sentani, Waena, hingga ke pusat Kota Jayapura dan Kota Raja.
Dengan tingginya intensitas kendaraan yang melintas, keberadaan tumpukan sampah di pinggir jalan dinilai sangat tidak layak dan mencoreng wajah Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua.
Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Papua, Kota Jayapura dihuni oleh lebih dari 300 ribu jiwa dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi. Kondisi ini tentu berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Namun, tanpa pengelolaan yang baik serta kesadaran masyarakat yang tinggi, persoalan sampah akan terus menjadi masalah serius yang sulit diatasi.
Kondisi tumpukan sampah di Skyland ini pun menimbulkan pertanyaan terkait peran dan langkah konkret Pemerintah Kota Jayapura dalam menangani persoalan sampah, khususnya di jalur-jalur alternatif yang kerap dijadikan lokasi pembuangan liar.
Baca juga: Perawatan Sepeda Motor Honda Jadi Lebih Mudah dan Cepat Melalui Aplikasi Motorku X
Sebelumnya, penertiban memang telah dilakukan di titik awal pembuangan sampah. Namun, kurangnya pengawasan berkelanjutan membuat aktivitas tersebut kembali terjadi, bahkan meluas ke titik lain.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban sesaat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang, seperti penyediaan tempat pembuangan sampah yang memadai, peningkatan pengawasan, serta penegakan aturan yang tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dapat meningkat.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin jumlah titik pembuangan sampah liar akan semakin bertambah dan berdampak lebih luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kota Jayapura.(*)