7 Orang Diduga Anggota KKB Ditetapkan sebagai DPO Kasus Pembunuhan Nakes di Tambrauw
Astini Mega Sari March 26, 2026 01:27 PM

TRIBUN-PAPUA.COM - Polda Papua Barat Daya merilis tujuh tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pembunuhan terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan warga sipil di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustus Hengklare mengonfirmasi penetapan status buron tersebut pada Rabu (25/3/2026), seperti dilansir TribunSorong.com

Ketujuh tersangka yang masuk dalam DPO tersebut adalah Gidion Yesnath, Yudas Yesyan, Tobias Yekwam, Maximus Yesyan, Ateng Yekwam, Yohanis Yeblo, dan Silas Yesnath.

Baca juga: Nakes di Tambrauw Diserang OTK, 2 Orang Tewas, 2 Lainnya Selamatkan Diri Lari ke Pos TNI

RILIS PELAKU - Polda Papua Barat Daya merilis identitas tujuh terduga pelaku penyerangan tenaga kesehatan (nakes) dan warga sipil di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw. Ketujuh pelaku tersebut masuk dalam Daftar Pencaian Orang (DPO).
RILIS PELAKU - Polda Papua Barat Daya merilis identitas tujuh terduga pelaku penyerangan tenaga kesehatan (nakes) dan warga sipil di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw. Ketujuh pelaku tersebut masuk dalam Daftar Pencaian Orang (DPO). (Tribun Sorong/Safwan)

Sementara satu tersangka lainnya yakni Yohanis Yenggren alias YY telah ditangkap karena terbukti memiliki amunisi ilegal.

Dirkrimum Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Junov Siregar mengungkapkan bahwa delapan tersangka diduga kuat berafiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kronologi Pembunuhan Nakes dan Warga Sipil

Penyerangan itu bermula ketika keempat korban sedang menempuh perjalanan pulang dari Rumah Sakit Pratama Fef menuju Sorong menggunakan tiga sepeda motor.

Di tengah jalan, mereka dikagetkan oleh suara letusan senjata api.

Para korban yang panik langsung memacu kendaraan mereka.

Mereka kemudian diadang oleh lima OTK yang membawa tombak dan parang.

Para pelaku langsung melakukan penyerangan.

Dua orang berhasil menyelamatkan diri setelah berlari ke Pos TNI Distrik Bamusbama untuk mencari perlindungan dan melaporkan kejadian.

Sayangnya, dua korban lainnya Yeremia Lobo dan Edwin Bido, tertinggal di lokasi dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

Baca juga: 2 TNI Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat, Pelaku Rampas Senjata Api Milik Korban

Status Keamanan Siaga dan Layanan Kesehatan Dihentikan Sementara

Merespons hal tersebut, Polda Papua Barat Daya sempat menetapkan status siaga.

Polda Papua Barat memperkuat pengamanan dengan mengerahkan personel tambahan dari Satbrimob.

Personel TNI-Polri juga ditempatkan di dua pos pengamanan di Distrik Bamusbama.

Selain itu, sistem buka-tutup jalur juga diberlakukan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan pengawalan ketat bagi kendaraan warga sipil.

Buntut insiden tersebut juga membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw menghentikan sementara seluruh aktivitas layanan kesehatan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tambrauw Bernadus Nso mengatakan, keputusan itu diambil demi menjamin keselamatan para nakes.

"Kami memprioritaskan keselamatan nakes karena situasi keamanan belum kondusif," ujar Bernadus, Selasa (24/3/2026), seperti dilansir TribunSorong.com.

Penutupan ini mencakup seluruh fasilitas kesehatan di Tambrauw, yakni satu rumah sakit, 24 puskesmas, dan lima puskesmas pembantu. 

Meski demikian, pelayanan darurat tetap diberikan secara terbatas dari lokasi yang dianggap aman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.