IKPB Bandung Dorong Pelajar Belitong Ubah Stigma 'Urang Kampong' Jadi Kekuatan Global
Asmadi Pandapotan Siregar March 26, 2026 01:35 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB) Cabang Bandung menggelar diskusi dan sarasehan bertema “Rekonstruksi Identitas ‘Urang Kampong’: Dari Stigma Sosial Menuju Kekuatan Lokal dan Daya Saing Global Pelajar” di Geopark Information Center, Belitung, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah refleksi bagi generasi muda Belitong untuk memaknai kembali identitas “urang kampong” yang selama ini kerap dipandang negatif. Melalui forum ini, stigma tersebut didorong untuk diubah menjadi kekuatan sosial sekaligus modal dalam menghadapi persaingan global.

Berdasarkan siaran rilis, acara ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif yang merupakan putra-putri asli Belitong (urang kampong) yang telah berkiprah baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu tokoh penting yang turut hadir adalah Kepala Dinas DPMPTSPP Kabupaten Belitung, Septi Anggraheni, yang memberikan perspektif kebijakan dan pembangunan daerah dalam mendorong potensi generasi muda.

Selain itu, para narasumber lain yang memiliki pengalaman di bidang akademik, pemerintahan, hingga jejaring global turut memperkaya diskusi dengan pendekatan multidisipliner, mulai dari isu geopolitik, pendidikan, hingga penguatan identitas lokal berbasis kawasan geopark.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum IKPB Cabang Bandung, Muhammad Belva Juliadi, yang menegaskan pentingnya membangun ruang berpikir kritis bagi pelajar Belitong.

Muhammad Belva Juliadi, Ketua IKPB Cabang Bandung, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk anak muda-mudi Belitong agar bisa berpikir kritis melalui wadah IKPB Cabang Bandung.

Ia juga menekankan bahwa identitas “urang kampong” harus direkonstruksi bukan sebagai label keterbatasan, melainkan sebagai fondasi nilai, karakter, dan daya tahan (resilience) yang justru menjadi keunggulan dalam menghadapi persaingan global.

Diskusi berlangsung secara dinamis dan partisipatif, dengan mengangkat isu place-based resilience, optimalisasi potensi lokal Belitong dalam kerangka geopark global, serta strategi meningkatkan daya saing pelajar tanpa kehilangan akar identitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa “urang kampong” tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi aktor perubahan, baik di tingkat lokal maupun global.

Melalui forum ini, IKPB Cabang Bandung berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya generasi muda Belitong yang kritis, adaptif, dan bangga terhadap identitasnya. (posbelitung.co/dede suhendar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.