Amerika Ajukan 15 Poin Untuk Akhiri Perang, Iran Juga Ajukan 5 Poin Tuntutan, Ini Isinya
Muhammad Ridho March 26, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan mengajukan proposal damai berupa rencana 15 poin untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Disebutkan bahwa proposal tersebut disampaikan melalui Pakistan yang menawarkan diri sebagai mediator.

Pakistan bahkan menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan antara Washington dan Teheran untuk memfasilitasi dialog langsung.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan negaranya siap mendukung upaya dialog demi mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Salah satu poin utama dalam proposal itu adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran.

Selain itu, Iran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dikhawatirkan dapat digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.

Mengutip The New York Times, utusan AS termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, disebut terlibat dalam penyusunan dan penyampaian rencana tersebut.

Baca juga: Iran Akan Akhiri Perang Jika 3 Syarat Ini Dipenuhi Amerika-Israel

Usulan perdamaian 15 poin AS kepada Iran

Gedung Putih telah mengakui laporan ini, mengatakan bahwa ada "unsur kebenaran" di dalamnya tetapi juga memperingatkan agar tidak menarik kesimpulan berdasarkan spekulasi.

Menurut The New York Times, rencana AS yang terdiri dari 15 poin tersebut menyentuh program nuklir dan rudal Iran yang kontroversial serta "jalur maritim."

Berikut adalah daftar poin-poin dalam proposal tersebut, menurut Channel 12 Israel meski yang dipublikasikan secara rinci baru 11 poin:

Gencatan senjata selama satu bulan untuk membahas kesepakatan tersebut.

  • Mengakhiri kemampuan senjata nuklir Iran
  • Menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya
  • Memastikan Selat Hormuz tetap terbuka
  • Mengalihkan persediaan uranium yang sangat diperkaya ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA)
  • Pembongkaran situs-situs nuklir utama di Natanz, Isfahan, dan Fordo serta pemberian akses penuh kepada IAEA.
  • Menarik diri dari aktivitas proksi regional
  • Mengakhiri dukungan untuk kelompok bersenjata sekutu
  • Membatasi jangkauan dan jumlah rudal
  • Membatasi penggunaan rudal di masa depan secara ketat hanya untuk membela diri.
  • Sebagai imbalan atas penerimaan tuntutan ini, pemerintahan Trump dilaporkan telah menawarkan untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan mendukung program nuklir sipilnya, termasuk pembangkit listrik di pembangkit Bushehr.

Iran menanggapi AS, mengajukan 5 tuntutan sendiri.

Saat Gedung Putih mengklaim adanya pembicaraan "produktif" di tengah perang yang sedang berlangsung, Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghadam   mengatakan bahwa belum ada pembicaraan - langsung maupun tidak langsung dengan AS.

 "Berdasarkan informasi saya, bertentangan dengan klaim Trump, belum ada negosiasi langsung atau tidak langsung yang terjadi antara kedua negara sejauh ini," kata Reza Amiri Moghadam,  seperti dikutip media Iran IRNA pada Kamis (26/3/2026).

Menurut laporan Press TV yang dikendalikan pemerintah Iran, Teheran "menanggapi secara negatif" proposal AS dan mencantumkan lima syaratnya sendiri yang akan disetujui untuk mengakhiri perang. 

Daftar tersebut, seperti yang dinyatakan dalam laporan media Iran:

  • Penghentian total terhadap "agresi dan pembunuhan" oleh AS.
  • Pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan bahwa perang tidak akan terulang kembali di Republik Islam Iran.
  • Pembayaran ganti rugi dan kompensasi perang yang terjamin dan didefinisikan secara jelas.
  • Berakhirnya perang di semua front dan untuk semua kelompok perlawanan yang terlibat di seluruh wilayah.
  • Penggunaan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz adalah dan akan tetap menjadi hak alami dan sah Iran, dan hal itu merupakan jaminan bagi pelaksanaan komitmen pihak lain dan harus diakui.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.