TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Tangis haru menyelimuti sejumlah karyawan Cafe Bingo yang berlokasi di Jalan Abdullah Lubis, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, setelah tempat mereka bekerja hangus terbakar, Kamis (26/3/2026).
Tak ada satu pun yang menyangka, tempat mereka mengais rezeki sehari-hari itu ludes dilalap si jago merah.
Salah seorang karyawan, Agung, menceritakan duka yang dialaminya. Ia mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat kafe dalam kondisi tutup dan belum ada aktivitas.
Seluruh karyawan saat itu masih berada di rumah masing-masing.
“Kita dikabarin sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi. Kita semua lagi di rumah,” ujar Agung dengan nada pilu saat ditemui Tribun Medan.
Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang berjaga di bagian belakang kafe.
Namun, api dengan cepat membesar dan merambat sebelum sempat ditangani.
“Satpam di bagian belakang yang ngasih tahu. Katanya ada api dari satu titik, tapi sudah ngerambat dan membesar,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang ia terima, api diduga berasal dari area dapur yang berada di tengah bangunan.
Meski begitu, Agung memastikan tabung gas elpiji di lokasi dalam kondisi utuh.
“Informasi awal dari dapur. Tapi gas kami masih utuh. Tabung elpiji 50 kilogram ada tiga, semuanya aman,” ungkapnya.
Cafe Bingo yang beroperasi sejak 2023 itu diketahui mempekerjakan sekitar 10 orang karyawan.
Agung juga mengungkapkan, sebelumnya mereka sempat berencana membuka kafe lebih awal pada pagi hari.
Namun nahas, api lebih dulu melahap bangunan beserta isinya.
Tak hanya area kafe, ruangan dekorasi yang berada di sebelahnya juga ikut terbakar. Sejumlah barang dagangan dan perlengkapan dekorasi yang baru saja dikeluarkan dari gudang pun tidak sempat diselamatkan.
“Semalam kami baru keluarkan barang dari gudang, rencananya mau dijual lagi. Tapi tiba-tiba kejadian seperti ini, langsung habis semuanya,” ucapnya.
Hingga kini, para karyawan masih belum mendapatkan kepastian mengenai langkah selanjutnya.
Agung menyebut, pemilik kafe juga masih dalam kondisi berduka dan belum dapat memberikan keputusan.
“Sementara ini kami hanya bisa pulang, mungkin nanti bersih-bersih. Kami juga menunggu solusi dari bos. Dia juga sedang berduka, jadi kami tidak bisa memaksakan apa-apa,” pungkasnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)