TRIBUNNEWS.COM - Timnas Saint Kitts and Nevis menyempurnakan susunan kepelatihan mereka untuk menghadapi FIFA Series 2026 di Indonesia pada 27-31 Maret.
Tak tanggung-tanggung, mereka mendatangkan salah satu pelatih yang sudah hafal dengan atmosfer sepak bola tanah air.
Mereka merekrut Asisten Pelatih tim Super League Persik Kediri, Vitor Tinoco.
Vitor Tinoco akan bergabung ke tim Saint Kitts and Nevis sebagai Asisten Pelatih tim nasional tersebut.
Kabar itu dikonfirmasi pihak Persik melalui sang manajer, M Syahid Nur Ichsan.
Mulanya, Vitor Tinoco meminta izin kepada Persik Kediri agar dirinya bisa menjadi bagian dari tim kepelatihan timnas yang berasal dari zona sepak bola CONCACAF tersebut.
Pihak tim Macan Putih, julukan Persik, tak keberatan dengan permintaan dari sang pelatih.
Baca juga: 4 Alasan Timnas Indonesia Gilas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Garuda Unggul Segalanya
"Coach Vitor beberapa waktu lalu menyampaikan dan meminta izin untuk sementara waktu memperkuat skuad kepelatihan Saint Kitts and Nevis," kata Syahid dikutip dari Surya.
"Kita izinkan dan berikan waktu karena kesempatan ini juga merupakan hal positif bagi coach Vitor," sambungnya.
Dengan demikian, Vitor Tinoco akan membantu rekan senegaranya yang menjadi pelatih utama tim Saint Kitts and Nevis, Marcelo Serrano.
Bergabungnya Vitor bisa menjadi hal penting bagi Saint Kitts and Nevis.
Mereka akan mendapatkan masukan dan pandangan terkait Timnas Indonesia dengan lebih luas dan beragam lagi.
Apalagi pengalamannya di sepak bola Indonesia cukup lama dan mentereng.
Ia sudah berkecimpung di liga Indonesia sejak 2017 silam.
Tim pertama yang memberikan kepercayaan kepadanya sebagai tim pelatih adalah Barito Putera.
Kala itu ia bergabung dengan Barito di bawah tim kepelatihan Jacksen F Tiago.
Ia masih bertahan di sana saat tampuk kepelatihan diberikan kepada Djadjang Nurdjaman, Rahmad Darmawan, dan Dejan Antonic.
Singkatnya, ia bergabung dengan Persik untuk jabatan sebagai Asisten Pelatih terhitung sejak Juli 2025.
Ia bergabung menjadi bagian tim kepelatihan Marcos Reina yang saat ini ada di tim tersebut.
Dengan masuknya Vitor Tinoco, Timnas Indonesia wajib lebih waspada dengan permainan sang lawan nantinya.
Meningkatkan kewaspadaan juga akan memberikan rasa aman yang lebih besar kepada para pemain untuk mendapatkan kemenangan.
Kiper
Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Emil Audero (Cremonese/Italia)
Maarten Paes (Ajax Amsterdam/Belanda)
Nadeo Argawinata (Borneo FC)
Bek
Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris)
Jay Idzes (Sassuolo/Italia)
Justin Hubner (Fortuna Sittard/Belanda)
Kevin Diks (Borussia Moenchengladbach/Jerman)
Nathan Tjoe-A-On (Willem II/Belanda)
Rizky Ridho (Persija Jakarta)
Sandy Walsh (Buriram United/Thailand)
Gelandang
Calvin Verdonk (Lille/Prancis)
Eliano Reijnders (Persib Bandung)
Ivar Jenner (Dewa United)
Joey Pelupessy (Lommel/Belgia)
Jordi Amat (Persija Jakarta)
Penyerang
Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung)
Mauro Ziljstra (Persija Jakarta)
Ole Romeny (Oxford United)
Ragnar Oratmangoen (Dender/Belgia)
Ramadhan Sananta (DPMM/Malaysia)
Yakob Sayuri (Malut United)
(Tribunnews.com/Guruh) (Surya/Luthfi Husnika)