TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Sebanyak 118 calon jemaah haji asal Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) dijadwalkan berangkat pada musim haji tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, jemaah tertua tercatat berusia 86 tahun, sementara yang termuda baru berusia 16 tahun.
Kepala Pelayanan Haji dan Umrah Pasangkayu, Darwis, mengungkapkan, jemaah tertua bernama Nabawiyah, sedangkan jemaah termuda adalah Muh Darizh.
Baca juga: Kuota Haji Pasangkayu 2026 Turun, Kini Hanya 118 Jemaah
Baca juga: Rumah Warga Terancam Longsor di Bambalamotu, Kades Polewali Akan Koordinasi dengan DPRD Pasangkayu
“Untuk tahun ini, jemaah tertua kita berusia 86 tahun atas nama Nabawiyah. Sementara yang termuda berusia 16 tahun, atas nama Muh Darizh,” ujar Darwis saat ditemui, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, Muh Darizh berangkat sebagai pengganti orang tuanya yang telah meninggal dunia.
“Jemaah termuda ini menggantikan orang tuanya yang sudah meninggal. Hal seperti ini memang diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Selain itu, Darwis menyebutkan bahwa sebagian jemaah yang masih berstatus pelajar juga berangkat dengan mekanisme yang sama, yakni menggantikan anggota keluarga yang telah wafat.
“Mayoritas pelajar yang berangkat tahun ini merupakan pengganti dari keluarganya yang telah meninggal dunia,” tambahnya.
Adapun komposisi jemaah haji Pasangkayu tahun ini terdiri dari berbagai latar belakang profesi.
Sebanyak 65 orang merupakan ibu rumah tangga (IRT), 11 orang berstatus PNS, 6 orang pelajar, 19 orang dari kalangan swasta, dan 17 orang berprofesi sebagai petani.
Darwis menambahkan, seluruh jemaah yang akan berangkat telah melunasi biaya haji dan mengikuti rangkaian manasik, sehingga kini hanya menunggu jadwal keberangkatan.
“Mereka semua sudah siap berangkat, tinggal menunggu jadwal pelepasan sesuai yang ditetapkan,” pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan