TRIBUNNEWS.COM - Materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 Bab 5 adalah Memetik Keteladanan dari Biografi Pahlawan.
Pada bab ini, siswa akan belajar dari kisah hidup beberapa sosok inspiratif melalui biografi pahlawan.
Kata biografi secara harfiah berakar dari bahasa Yunani, yaitu kata bios yang bermakna hidup dan kata graphein yang artinya tulis.
Dengan kata lain, biografi adalah sebuah tulisan yang isinya memaparkan tentang kisah kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Inspirasi, motivasi, dan pelajaran hidup dari tokoh tidak hanya bisa kalian dapatkan dari teks yang berbentuk biografi.
Akan tetapi, siswa juga bisa menemukannya dalam bentuk teks rekon.
Teks rekon merupakan jenis teks yang menceritakan kembali suatu kronologi peristiwa tertentu berdasarkan pengalaman yang dialami di masa lalu dengan tujuan untuk memberi informasi atau menghibur pembaca.
Sebagai latihan pemahaman, pada soal Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 128 Kurikulum Merdeka, siswa diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan berdasarkan teks rekon "Bung Hatta Tidak Mudah Tergoda Harta".
Soal itu terdapat pada Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/SMK Kelas X yang ditulis oleh Fadillah Tri Aulia dan Sefi Indra Gumilar terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) cetakan pertama tahun 2021.
Untuk membantu memahami materi dengan lebih baik, Tribunnews.com menghadirkan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 128 Kurikulum Merdeka.
Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 128 Kurikulum Merdeka di bawah ini.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124, Ide Pokok dan Ide Penjelas
Untuk menguji pemahaman membaca, kalian dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut! Tulis jawaban di buku latihan kalian! Diskusikan dengan teman sekelompok lalu presentasikan di depan kelas!
1. Jelaskan mengapa kisah kejujuran Mohammad Hatta dianggap sebagai suatu legenda oleh para pejabat!
Jawaban: Kisah kejujuran Mohammad Hatta dianggap sebagai suatu legenda oleh para pejabat karena cerita kejujuran Mohammad Hatta telah lama diketahui dan tersebar di lingkungan pejabat. Pada masa itu hingga sekarang, sangat jarang ditemui sosok pejabat yang mengembalikan kelebihan uang saku yang diterimanya pada saat perjalanan dinas.
2. Jelaskan apa yang dimaksud "uang saku" dalam teks di atas!
Jawaban: Dalam KBBI, uang saku diartikan sebagai uang yang dibawa untuk keperluan sewaktu-waktu atau uang jajan. Sementara dalam konteks kalimat tersebut, uang saku berarti uang yang disediakan untuk pejabat yang melakukan perjalanan dinas di luar biaya transportasi.
3. Apa saja alasan Sumarno ketika memberikan amplop berisi uang kepada Mohammad Hatta?
Jawaban: Sumarno beralasan bahwa uang tersebut adalah uang saku untuk perjalanan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden RI yang berasal dari pemerintah dan sudah termasuk dalam biaya perjalanan Bung Hatta dan rombongan.
4. Apa saja alasan yang mendasari Mohammad Hatta saat menolak uang pemberian Sumarno?
Jawaban: Mohammad Hatta beralasan bahwa uang yang perlu ditanggung pemerintah hanyalah biaya perjalanan. Jika ada uang lain yang diberikan, maka itu dianggap sebagai uang yang seharusnya tidak diterima dan perlu dikembalikan.
5. Jelaskan apa saja bukti bahwa Mohammad Hatta seorang yang sederhana dan tidak mudah tergoda harta!
Jawaban: Buktinya adalah walaupun Mohammad Hatta menjabat wakil presiden RI, beliau tidak serta merta menerima uang pemberian orang lain begitu saja yang dianggap bukan haknya. Selain itu, Mohammad Hatta juga selalu beranggapan jika uang negara itu berasal dari uang rakyat dan tidak sepantasnya digunakan untuk kepentingan pribadi sekalipun kehidupan Bung Hatta serba kekurangan.
6. Mohammad Hatta akhirnya memberikan uang dari Sumarno ke pemuka masyarakat di Digul. Menurut pendapat kalian, apakah hal itu sudah tepat? Jelaskan alasannya!
Jawaban: Ya, sudah tepat. Alasannya karena uang dari negara lebih tepat untuk diberikan kepada masyarakat. Selain itu, pemuka masyarakat di Digul, Papua hidup di pelosok dan sangat memerlukan bantuan biaya dari pemerintah.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 133, Struktur Teks Biografi R.A. Kartini
7. Mohammad Hatta memiliki pemikiran bahwa uang dari negara adalah uang rakyat. Jelaskan maksud dari pernyataan tersebut berdasarkan pemahanmu sendiri!
Jawaban: Uang negara ialah uang yang dimiliki negara yang berasal dari pendapatan negara dari sektor pajak, sektor bukan pajak, dan penerimaan hibah. Adapun pendapatan negara tersebut bisa berasal dari rakyat dan badan usaha. Oleh karena itu, Bung Hatta beranggapan bahwa uang negara adalah uang rakyat karena hakikatnya berasal dari rakyat.
8. Menurut pendapatmu, bagaimana watak atau karakter Mohammad Hatta berdasarkan isi teks tersebut?
Jawaban: Mohammad Hatta berwatak jujur, teguh pendirian, tegas, murah hati, sederhana, dan memegang prinsip. Hal itu tampak pada sikap beliau yang tidak menerima uang saku perjalanan dan uang tersebut diberikan pada pemuka masyarakat di Digul. Selain itu, Mohammad Hatta juga berprinsip tidak mau menggunakan uang negara sekalipun kehidupannya sederhana.
9. Apa saja pesan atau amanat yang terkandung dalam teks di atas?
Jawaban: Pesan yang terkandung dalam teks tersebut adalah bersikaplah jujur dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Selain itu, amanat yang terkandung ialah jangan menerima uang yang bukan hak milik kita.
10. Apakah kalian setuju dengan pemikiran dan sikap Bung Hatta dalam teks di atas? Jelaskan alasannya!
Jawaban: Ya, setuju. Alasannya karena pada masa sekarang diperlukan sikap pemimpin atau pejabat yang tidak mementingkan diri sendiri serta tidak menggunakan uang negara untuk kepentingan memperkaya diri atau keperluan pribadi.
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)